Padang, Crew8 News, – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Bupati Solok dalam rapat koordinasi ketahanan pangan se-Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (16/9/2025).
Dalam rapat yang dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, sejumlah bupati, wali kota, wakil bupati, serta Forkopimda Sumbar, Mentan menawarkan program pengembangan kopi seluas 2.000 hektare, program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis pertanian, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Pantauan Crew8 News, rapat dibuka pukul 10.00 WIB dengan paparan Gubernur Mahyeldi mengenai capaian pangan di Sumbar, saat acara pembukaan berlangsung, Mentan sempat menanyakan keberadaan Bupati Solok yang tidak terlihat hadir di ruangan.
Absennya Bupati Solok pada forum pembukaan itu langsung menimbulkan sorotan tajam, publik menilai ketidakhadiran tersebut bukan hanya bentuk ketidakpedulian terhadap peluang strategis daerah, tetapi juga cerminan lemahnya koordinasi internal pemerintah kabupaten, dugaan kegagalan komunikasi di lingkup Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp) Setda Solok disebut-sebut menjadi penyebab bupati tak hadir pada momen penting itu.
Meski demikian, malam harinya Bupati Solok terpantau hadir dalam rapat lanjutan bersama Mentan Andi Amran, dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan langsung proposal pengembangan kopi seluas 2.000 hektare di Kabupaten Solok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Solok terkait alasan ketidakhadiran bupati pada sesi pembukaan rapat strategis tersebut, meski pada akhirnya ikut serta dalam pertemuan lanjutan di malam hari.
(C8N)
#senyuman08






