Crew8 News
Arosuka,- Pemerintah Kabupaten Solok kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Rapat Evaluasi Program MBG yang digelar pada Rabu (12/11/2025) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, dan turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis, Asisten II Jefrizal, kepala OPD terkait, serta perwakilan instansi teknis lain.
Kegiatan ini bertujuan menilai progres pelaksanaan Program MBG yang telah berjalan beberapa bulan terakhir, sekaligus memastikan bahwa program unggulan pemerintah pusat tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi, kesehatan, dan kualitas belajar peserta didik di Kabupaten Solok.
Dalam arahannya, Sekda Medison menekankan bahwa pemerintah daerah memandang Program MBG sebagai salah satu langkah strategis untuk membangun generasi muda Kabupaten Solok yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita, tetapi juga menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap tumbuh kembang generasi muda Solok yang sehat dan cerdas,” ujar Medison.
Ia juga meminta seluruh OPD terkait memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, keberlanjutan MBG sangat dipengaruhi oleh perencanaan menu, pengawasan kualitas makanan, serta distribusi yang harus mengacu pada standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Anggota DPRD Kabupaten Solok, Iskan Nofis, dalam kesempatan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto ini. Ia mengapresiasi manfaat MBG yang sudah mulai terlihat, baik dalam peningkatan kesehatan pelajar maupun dampaknya bagi ekonomi daerah.
“Kami secara pribadi dan selaku anggota DPRD Kabupaten Solok mendukung penuh program ini. Oleh karena itu kami menyarankan kepada seluruh OPD untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku dari produk lokal kita sendiri, sehingga program ini tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Solok,” ujar Iskan.
Ia menambahkan bahwa program MBG dapat menjadi peluang besar bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Kabupaten Solok jika rantai pasok makanan diintegrasikan dengan produksi lokal.
Dalam laporan awal yang disampaikan Dinas Perikanan dan Pangan, disebutkan bahwa pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah sasaran telah menunjukkan hasil positif. Tercatat adanya peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan makan bersama dan penurunan kasus anemia di beberapa sekolah dasar.
Temuan ini menjadi indikator awal bahwa implementasi MBG di Kabupaten Solok berada pada jalur yang tepat. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan ini agar manfaat program semakin optimal dan merata.
Pemerintah Kabupaten Solok memastikan bahwa kegiatan evaluasi seperti ini akan dilakukan secara berkala demi menjamin kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan program. MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan gratis, tetapi juga bagian dari upaya besar negara untuk memperkuat sumber daya manusia dari usia dini.
Dengan dukungan pemerintah daerah, legislatif, serta masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Solok diharapkan menjadi model keberhasilan pelaksanaan program nasional di tingkat daerah.
(C8N)
#senyuman08






