Shadiq Pasadigoe Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Kompas Moral Zaman Digital

Crew8 News

Tanah Datar,16 November 2025,- Anggota DPR RI Komisi XIII, M. Shadiq Pasadigoe, kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam membina generasi muda dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. Tidak hanya menyuarakan aspirasi di Senayan, Shadiq turun langsung ke lapangan, bertemu warga, berdialog dengan pemuda, dan memberikan penguatan ideologi Pancasila secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan pembinaan nilai Pancasila yang digelar bersama berbagai elemen masyarakat, Shadiq menyampaikan bahwa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga arah bangsa dan menjadi filter ideologi di era yang serba cepat seperti saat ini.

“BPIP memegang peran strategis dalam menjaga arah bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika global, BPIP memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi kompas moral, perekat persatuan, dan fondasi pembentukan kebijakan publik. Penguatan karakter kebangsaan, literasi ideologi, serta pembinaan generasi muda adalah kunci agar Indonesia tetap kokoh, adil, dan berkemajuan,” ujar Shadiq.

Shadiq juga menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada seremonial. “Kita tidak ingin Pancasila hanya menjadi jargon. Anak muda harus mendapatkan pemahaman yang benar, konkret, dan aplikatif tentang nilai-nilai ideologi ini,” kata Shadiq.

Sebagai legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat, Shadiq menegaskan bahwa tugas seorang anggota DPR RI tidak hanya bekerja di pusat, tetapi juga hadir langsung untuk menguatkan moral dan karakter bangsa di level akar rumput. Setiap kunjungannya selalu diisi dengan dialog terbuka, memberi ruang bagi anak muda untuk memahami pentingnya ideologi Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, “Saya ingin memastikan bahwa setiap generasi muda memiliki keteguhan dalam memegang nilai kebangsaan. Mereka adalah garda terdepan yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, kita harus hadir, mendampingi, dan membimbing mereka.”

Masyarakat memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran langsung Shadiq. Mereka melihat sosok yang konsisten dan tidak berjarak — seorang wakil rakyat yang bekerja dengan hati, hadir di tengah masyarakat, dan memprioritaskan pembinaan generasi muda sebagai fokus utama.

Sejumlah tokoh pemuda menilai langkah Shadiq sebagai bentuk kepedulian yang jarang ditunjukkan oleh banyak pejabat publik. Ketika tantangan ideologi semakin kompleks, kehadiran figur yang mau turun langsung dianggap sebagai energi positif dalam menjaga persatuan dan ketahanan ideologi.

Shadiq mendorong agar sinergi antara BPIP, DPR, pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat terus diperkuat. “Pancasila harus menjadi gerakan bersama. Tidak boleh ada sektoral ego. Semua unsur bangsa harus bergerak untuk memastikan nilai-nilai ini benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat,” tegasnya.

Dengan semakin gencarnya pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat, Shadiq optimistis Indonesia mampu melahirkan generasi muda berkarakter kuat, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika global tanpa meninggalkan jati diri bangsa. “Jika generasi mudanya kuat, maka bangsa ini akan berdiri tegak menghadapi tantangan apa pun,” tutup Shadiq.

(Nano Bojes)
Kabupaten Tanah Datar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini