Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dijadwalkan tiba di Sumatera Barat pada Kamis mendatang untuk memimpin langsung misi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Dalam operasi kemanusiaan ini, KDM mencarter dua pesawat Susi Air sebagai armada distribusi logistik ke wilayah-wilayah terdampak, termasuk daerah yang hingga hari ini belum tersentuh bantuan.
Menurut KDM, dua pesawat tersebut akan difungsikan sebagai pengangkut barang bantuan sekaligus transportasi operasional menuju titik-titik paling sulit dijangkau melalui jalur darat. Keputusan menggunakan jalur udara diambil karena banyaknya akses yang putus akibat longsoran material, jembatan rusak, serta medan terjal yang tidak memungkinkan kendaraan roda empat mencapai lokasi.
Kang Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa merupakan hasil penggalangan solidaritas masyarakat Jawa Barat, organisasi sosial, serta jejaring relawan yang selama ini aktif mendukung program kemanusiaannya. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Sumbar mendapatkan bantuan yang merata. Tempat yang sudah dijangkau maupun yang belum tersentuh sama sekali akan menjadi prioritas,” ujar salah satu koordinator tim.
Berbeda dengan rencana awal, seluruh kebutuhan bantuan, mulai dari sembako hingga perlengkapan darurat, akan dibeli langsung di Sumatera Barat, khususnya di Padang. Semula, KDM mempertimbangkan untuk membeli logistik dari Aceh atau Sumatera Utara. Namun setelah dilakukan pengecekan lapangan, stok barang di kedua wilayah tersebut dilaporkan sudah menipis karena sebagian besar telah terserap penanganan bencana di daerah masing-masing.
“Setelah melihat kondisi pasokan, diputuskan belanja di Sumbar karena ketersediaan barang relatif lebih aman. Ini juga mempercepat distribusi karena tidak perlu mengangkut dari provinsi lain,” jelas KDM.
Logistik yang akan dikirim mencakup paket sembako, makanan instan, perlengkapan tidur, tenda darurat, perlengkapan anak dan perempuan, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga kebutuhan harian lainnya. Setelah dibeli, barang-barang ini akan dipusatkan di Padang lalu diterbangkan menggunakan dua pesawat Susi Air menuju titik prioritas.
Wilayah sasaran mencakup daerah yang terdampak paling parah serta lokasi-lokasi yang masih terisolasi akibat bencana. Tim KDM memprioritaskan nagari atau kampung yang dilaporkan sulit dijangkau bantuan darat karena kondisi infrastruktur yang rusak. Penentuan rute penerbangan akan diputuskan secara dinamis, mengikuti update situasi dari BPBD, pemerintah daerah, serta relawan setempat.
Kang Dedi Mulyadi juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan jajaran kabupaten/kota terdampak agar pendistribusian secara udara berjalan aman dan tepat sasaran. Selain operasi udara, sebagian bantuan lain akan dikirim melalui jalur darat setelah proses konsolidasi logistik di Padang.
Kedatangan KDM sekaligus menambah gelombang dukungan dari berbagai pihak di Indonesia yang selama beberapa hari terakhir terus mengalir ke Sumbar. Baik lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, maupun komunitas relawan turut mengirimkan bantuan sebagai bentuk solidaritas nasional.
Operasi penerbangan dua pesawat Susi Air dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Kamis hingga beberapa hari ke depan. Pihak relawan berharap pola distribusi udara ini mampu mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang tinggal di lokasi-lokasi terpencil, sehingga tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari perhatian.
“Kami ingin memastikan semua warga yang terdampak, tanpa terkecuali, mendapatkan bantuan yang layak dan cepat. Ini adalah kerja kemanusiaan, dan kami akan terus bergerak sampai titik terakhir,” ujar tim KDM.
(C8N)
#senyuman08






