Crew8 News
Padang,- Zigo Rolanda Intensif Kawal Penanganan Bencana di Sumatera Barat di menyusul rangkaian banjir bandang, galodo, serta kerusakan infrastruktur yang terjadi sejak akhir November 2025. Dalam beberapa hari terakhir, ia melakukan serangkaian kunjungan ke titik terdampak di Kabupaten Solok dan Kota Padang,Agam serta beberapa wilayah yang terdampak bencana untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta penanganan darurat berjalan efektif.
Pada Sabtu, 29 November 2025, Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi banjir bandang dan galodo di Kabupaten Solok. Dalam kunjungan kerja tersebut, ia mendapati kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk jalan lingkungan, jembatan kecil, serta permukiman yang tergerus material lumpur. Di sela tinjauan, Zigo juga menyerahkan bantuan logistik ke posko penanganan bencana di Koto Baru, Solok, sekaligus berkoordinasi dengan perangkat daerah mengenai kebutuhan warga yang harus diprioritaskan. Ia menekankan pentingnya percepatan asesmen infrastruktur untuk memastikan langkah pemulihan dari kementerian terkait bisa segera dilakukan.
Selain Solok, Zigo Rolanda turut meninjau warga terdampak banjir di Kota Padang, terutama di posko pengungsian Guo dan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji. Dalam peninjauan itu, ia didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, anggota DPRD Kota Padang, serta Kepala Balai P3KP Perumahan Sumatera III. Fokus utama kunjungan tersebut adalah memastikan ketersediaan air bersih, mengingat gangguan jaringan PDAM yang terjadi setelah banjir besar melanda.
Melihat urgensi tersebut, Zigo langsung menginstruksikan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat untuk mengerahkan unit hidran umum ke kawasan terdampak. Dermaga hidran umum itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ribuan warga yang hingga kini masih bergantung pada suplai darurat. “Akses air bersih adalah kebutuhan paling dasar. Tidak boleh ada jeda dalam pemenuhannya,” tegas Zigo dalam pernyataannya di lapangan.
Tak hanya itu, ia juga mendorong percepatan optimalisasi Intake Taban PDAM Kota Padang yang terdampak pascabanjir. Upaya ini dilakukan agar suplai air kembali normal dan warga tidak terlalu lama bergantung pada distribusi air sementara dari truk tangki maupun hidran umum. Menurutnya, pemulihan infrastruktur dasar seperti instalasi air bersih harus menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat.
Rangkaian kunjungan dan aksi cepat Zigo Rolanda menunjukkan pendekatan penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan langsung, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan dasar dan percepatan pemulihan infrastruktur. Koordinasi dengan balai teknis kementerian serta pemerintah daerah menjadi bagian dari langkah strategisnya untuk menjamin penyelesaian masalah di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Hingga awal Desember 2025, intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur, perhubungan, perumahan, dan kebencanaan itu menegaskan komitmennya untuk terus memonitor perkembangan dan kebutuhan warga terdampak. Ia juga menyampaikan bahwa laporan lapangan yang dikumpulkan akan dibawa ke tingkat kementerian agar dukungan pemerintah pusat terhadap Sumbar dapat semakin diperkuat, terutama dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi.
Melalui berbagai langkah tersebut, Zigo Rolanda menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan. “Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi jaminan bahwa akses dasar, rumah, dan lingkungan mereka dapat pulih kembali,” ujarnya.
Keterlibatan aktif Zigo Rolanda diharapkan dapat mempercepat pemulihan daerah terdampak sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga teknis dalam merespons bencana yang kerap terjadi di Sumatera Barat.
(C8N)
#senyuman08






