Respons Cepat Kementan Pastikan Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Berjalan Tanpa Beban Petani

Crew8 News

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bergerak cepat menanggapi kerusakan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Sejak laporan awal diterima, Kementan langsung melakukan pendataan lahan rusak, menyalurkan bantuan pangan dan logistik pertanian, serta menyiapkan rencana rekonstruksi areal persawahan yang terdampak.

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat menjamin seluruh proses pemulihan dilakukan tanpa membebani petani. Seluruh biaya rehabilitasi lahan, penyediaan benih, penataan irigasi darurat, hingga penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) ditanggung negara melalui program bantuan cepat tanggap sektor pertanian. Kebijakan ini diambil untuk memastikan petani dapat kembali berproduksi secepat mungkin setelah masa tanggap darurat berakhir.

“Kita tidak ingin petani menanggung biaya apa pun. Pemulihan lahan, benih, dan sarana produksi disiapkan pemerintah. Tugas petani hanya kembali menanam,” ujar Amran dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Di tengah kerusakan sawah di beberapa kabupaten, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman. Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog melaporkan bahwa stok beras nasional dalam kondisi melimpah, ditambah surplus di sejumlah wilayah yang tidak terdampak bencana. Dengan demikian, gangguan produksi di tingkat lokal tidak mempengaruhi stabilitas cadangan pangan nasional maupun distribusi beras ke masyarakat.

Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi bantuan beras untuk wilayah yang terdampak bencana melalui jalur darat maupun udara, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa darurat. Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan kerusakan dan kebutuhan petani agar intervensi lapangan dapat dilakukan tanpa jeda.

Koordinasi lintas instansi menjadi faktor kunci dalam penanganan bencana ini. Kementan bekerja berdampingan dengan Bapanas, Bulog, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai mitra strategis untuk memastikan seluruh tahapan berjalan efektif—mulai dari evakuasi, pendistribusian logistik, hingga penanganan kerusakan infrastruktur pertanian. Di beberapa daerah, TNI dan Polri membantu pembukaan akses menuju lahan rusak dan memastikan distribusi sarana produksi pertanian berjalan lancar.

Pemerintah daerah melaporkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat sudah mulai diterima oleh kelompok tani dan posko pertanian di wilayah terdampak. Tim teknis lapangan melakukan verifikasi langsung di sentra-sentra produksi untuk memastikan lahan prioritas dapat segera ditangani.

Sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan parah akan mendapatkan skema percepatan rehabilitasi, termasuk penataan ulang jaringan irigasi, penggantian benih unggul, serta penyediaan pupuk dan alsintan tambahan. Kementan memastikan bahwa pemulihan dilakukan bukan hanya untuk mengembalikan produksi, tetapi juga meningkatkan ketahanan sistem pertanian agar lebih siap menghadapi potensi bencana ke depan.

Dengan langkah terpadu tersebut, pemerintah optimistis pemulihan lahan pertanian dapat selesai sesuai target dan aktivitas tanam kembali normal dalam waktu dekat. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan petani tidak berdiri sendiri dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini