Bencana Agam 2025: 171 Warga Meninggal, Kerugian Tembus Rp517 Miliar, Pemerintah Percepat Penanganan

Crew8 News

Agam, 5 Desember 2025,-
Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda Kabupaten Agam sejak 22–25 November 2025 terus memunculkan dampak besar. Curah hujan ekstrem selama beberapa hari berturut-turut menyebabkan kerusakan massif di 14 kecamatan, memicu gelombang pengungsian, hingga menelan ratusan korban jiwa.

Data korban jiwa meningkat tajam dalam sepekan. Pada 28 November tercatat 74 orang meninggal dunia, lalu naik menjadi 86 orang pada 29 November malam. Sehari berikutnya, BPBD Agam melaporkan 120 warga meninggal dan 74 masih hilang. Memasuki 1 Desember, angka kematian bertambah menjadi 130 orang, sebelum menembus 171 korban meninggal dunia per 4 Desember 2025. Sebanyak 85 warga lainnya masih dinyatakan hilang. Kecamatan Palembayan menjadi wilayah terparah, dengan kerusakan permukiman dan akses jalan terputus akibat longsor besar.

Gelombang pengungsian melibatkan sedikitnya 15.300 warga dari tujuh kecamatan. Lebih dari 11 ribu warga berada di posko-posko pengungsian resmi yang dilengkapi dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta fasilitas logistik lainnya. Seluruh potensi daerah dan relawan dikerahkan untuk menjamin kebutuhan makan harian, air bersih, dan pemulihan darurat.

Kerugian material meningkat drastis dalam waktu singkat. Pada 28 November, nilai kerusakan ditaksir Rp59,82 miliar. Namun, per 1 Desember, angka tersebut melonjak menjadi Rp79,4 miliar. Pembaruan data pada 2 Desember dari BPBD Agam menunjukkan total kerugian mencapai Rp517,06 miliar. Kerusakan mencakup 1.059 unit rumah, fasilitas umum, sarana pendidikan senilai Rp10,50 miliar, jaringan jalan dan irigasi dengan nilai kerugian Rp40,02 miliar, serta kerusakan lahan pertanian seluas 1.029,63 hektare. Sektor perikanan dan peternakan juga terpukul, dengan 2.231 ekor ternak terdampak dan ratusan kolam ikan rusak diterjang arus banjir.

Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November 2025. Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, bersama Wakil Bupati H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, langsung memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda, OPD, dan DPRD Agam, serta menggelar video conference lanjutan untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan terarah. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Bupati Benni dalam rapat penanganan darurat.

Upaya evakuasi diperkuat dengan pengerahan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar, hingga relawan lokal. Akses jalan yang tertutup material longsor dibuka secara bertahap menggunakan alat berat. Di sejumlah wilayah terisolasi seperti Nagari Tiku V Jorong, distribusi bantuan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter Caracal Skadron Udara 8 milik TNI-AU. BNPB juga membuka 13 pos lapangan untuk mempercepat alur distribusi logistik dan penjangkauan wilayah terdampak luas.

Bantuan dari pemerintah pusat mengalir cepat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi terdampak pada 4 Desember 2025, menyampaikan dukungan percepatan masa tanggap darurat sekaligus menyerahkan bantuan bagi penyintas. Polri turut menyalurkan air bersih, mengoperasikan dapur lapangan, serta membantu membersihkan permukiman warga. Pemerintah daerah juga membuka layanan donasi resmi untuk masyarakat luas yang ingin menyalurkan bantuan.

Sejumlah pejabat daerah dan nasional terlibat aktif dalam penanganan bencana ini. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, secara berkala menyampaikan pembaruan data korban dan kerusakan. Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, mengoordinasikan informasi publik dan perkembangan situasi. Dari tingkat nasional, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan laporan kerusakan rumah dan kebutuhan mendesak lainnya.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan operasi pencarian korban di sejumlah titik prioritas, sementara pemerintah daerah bersiap memasuki tahap pemulihan awal termasuk pembersihan akses, rehabilitasi fasilitas umum, dan pendataan kebutuhan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi hujan ekstrem masih dapat terjadi hingga pertengahan Desember 2025.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini