Crew8 News
Aceh Besar – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (nama disesuaikan jika ada) memerintahkan pengerahan bantuan cepat untuk mendukung penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak akhir pekan lalu. Bantuan tersebut mencakup jembatan Bailey, alat berat, hingga mobil Reverse Osmosis (RO) untuk menyediakan air bersih bagi warga terdampak.
Keputusan itu disampaikan Kasad setelah menerima laporan situasi lapangan dari Pangdam Iskandar Muda serta jajaran Komando Resort Militer (Korem) yang sejak hari pertama bencana telah melakukan evakuasi dan pembukaan akses. “TNI AD bergerak cepat. Prioritas kami adalah membuka jalur yang terputus, memastikan distribusi bantuan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih,” ujar Kasad dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (8/12).
Di sejumlah titik seperti Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar, akses jalan putus akibat tergerus aliran air dan material longsor. Pengiriman jembatan Bailey dinilai menjadi solusi darurat paling efektif untuk memulihkan konektivitas antardesa dan mempermudah mobilitas logistik. Satuan Zeni TNI AD telah diturunkan untuk melakukan survei cepat, menentukan titik pemasangan, serta menggelar instalasi dalam waktu segera.
Selain jembatan darurat, TNI AD juga mengerahkan excavator, loader, dan dump truck untuk membersihkan material lumpur dan kayu yang menimbun permukiman dan badan jalan. Di beberapa lokasi, material banjir masih mencapai ketebalan lebih dari satu meter dan menghambat jalur evakuasi.
Sementara itu, kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama bagi pengungsi yang kini tersebar di posko-posko darurat. Untuk mengatasi hal itu, Kasad memerintahkan pengiriman mobil RO (Reverse Osmosis) dari satuan Zeni Air. Mobil ini mampu mengolah air kotor dari sumber terbatas menjadi air layak konsumsi, dengan kapasitas ribuan liter per hari. “Air bersih sangat krusial untuk mencegah penyakit pascabanjir. Sistem RO TNI AD siap bekerja nonstop,” kata Kasad.
Pangdam Iskandar Muda melaporkan sebanyak ribuan warga masih berada di pengungsian sementara, terutama di daerah yang terdampak paling parah. Distribusi logistik terus dilakukan bersama pemerintah daerah, BNPB, dan relawan. Namun sejumlah akses yang terputus membuat penyaluran masih terkendala. Pengiriman jembatan Bailey diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan.
BNPB sebelumnya menyebut curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama banjir bandang yang melanda wilayah tengah dan selatan Aceh. Puluhan rumah rusak berat, ratusan hektare lahan pertanian tergenang, serta beberapa jembatan ambruk tersapu luapan sungai. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat koordinasi penanganan.
Kasad menegaskan bahwa bantuan TNI AD akan terus ditambah sesuai kebutuhan. “Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat Aceh sampai situasi benar-benar pulih. Semua satuan TNI AD di wilayah ini siaga dan bergerak serentak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemasangan jembatan Bailey pertama dijadwalkan dimulai malam ini, sambil menunggu finalisasi pembersihan akses dan fondasi. Tim Zeni juga telah disiapkan untuk bergerak ke lokasi terdampak lain bila diperlukan. Dengan dukungan penuh TNI AD, pemerintah daerah berharap pemulihan konektivitas dan layanan dasar bisa tercapai dalam waktu cepat.
(C8N)
#senyuman08






