Crew8 News
RTH Solok Selatan, 8 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kembali menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 302 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari Program Penguatan UMKM 2025 yang difokuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi.
Bupati Solok Selatan H Khairunas menyampaikan rasa syukur atas kelanjutan program yang disebutnya sebagai salah satu pilar penting pemulihan dan penguatan ekonomi daerah. “Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyerahkan bantuan peralatan bagi 302 pelaku UMKM se-Kabupaten Solok Selatan Tahun 2025. UMKM menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Pemerintah daerah mencatat peningkatan signifikan jumlah UMKM binaan dalam empat tahun terakhir. Sejak 2021, UMKM yang tercatat dalam pembinaan resmi naik dari 9.828 menjadi 11.113 pelaku. Selama periode tersebut, Pemkab Solok Selatan juga telah menyalurkan 1.323 unit bantuan peralatan usaha dengan nilai total mencapai Rp2,3 miliar. Bantuan ini menyasar berbagai sektor, mulai dari kuliner, olahan pangan, fesyen, kerajinan, hingga agroindustri.
Selain bantuan peralatan, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan produk lokal pada berbagai ajang pemasaran. Produk UMKM Solok Selatan kini semakin banyak masuk dalam e-Katalog daerah, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk digunakan dalam belanja pemerintah. Pemkab secara aktif melibatkan pelaku UMKM pada pameran daerah, expo nasional, dan kurasi produk untuk memperbesar jangkauan pasar.
Bupati menegaskan bahwa tahap berikutnya dari program penguatan UMKM adalah memastikan seluruh pelaku usaha benar-benar naik kelas dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu strategi yang kini menjadi prioritas adalah digitalisasi proses pemasaran. “Kita ingin UMKM Solok Selatan menjangkau pasar yang lebih luas melalui digitalisasi, agar produk lokal kita bisa diakses kapan saja dan dibeli dari mana saja,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab bekerja sama dengan sejumlah platform digital, lembaga pendamping UMKM, serta jaringan ritel modern. Pendampingan meliputi pelatihan pemasaran digital, fotografi produk, pengelolaan toko online, pengemasan modern, serta literasi keuangan. Pemerintah daerah menargetkan minimal 40 persen pelaku UMKM binaan telah memiliki etalase digital di akhir 2025.
Pelaku UMKM penerima bantuan menyambut positif program ini. Mereka berharap peralatan baru dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membantu memenuhi permintaan pasar yang semakin beragam. Beberapa pelaku usaha mengaku siap mengikuti pendampingan digital untuk memperluas pemasaran ke luar daerah.
Program bantuan UMKM ini menjadi rangkaian dari agenda besar Pemkab Solok Selatan dalam memperkuat ekonomi rakyat. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran, serta diikuti dengan monitoring berkala agar dampaknya dapat terukur dan berkelanjutan.
(C8N)
#senyuman08






