TNI Mulai Pasang Jembatan Bailey di Empat Titik Prioritas Sumbar, Target Rampung 12 Desember

Crew8 News

Sumatra Barat — Personel TNI mulai memasang jembatan darurat atau bailey di sejumlah titik terdampak bencana banjir besar di Sumatra Barat. Salah satu lokasi utama adalah Jembatan Sikabau–Lembah Melintang di Kabupaten Pasaman Barat yang putus sepanjang 12 meter akibat hantaman arus banjir pada akhir November 2025. Jembatan pengganti berbobot 24 ton dengan tipe 1-1 dan panjang bentang 18 meter itu kini dalam proses pemasangan intensif sejak awal pekan ini, dan ditargetkan dapat dilalui masyarakat pada 12 Desember 2025.

Pemasangan dilakukan oleh prajurit TNI bersama tim teknis pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran jembatan darurat ini dinilai sangat mendesak mengingat akses utama warga Pasaman Barat menuju Lembah Melintang sempat terputus total, menyebabkan distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas harian masyarakat terganggu selama lebih dari sepekan. Jembatan bailey dipilih karena konstruksinya yang modular, dapat dirakit cepat, serta mampu menahan beban kendaraan vital untuk penanganan bencana.

Selain Pasaman Barat, ada tiga titik prioritas pemasangan jembatan bailey lainnya di Sumatra Barat. Di Kabupaten Solok, TNI menangani Jembatan Supayang dan Jembatan Bawah Kubang yang rusak berat akibat banjir dan sedimentasi lumpur. Kerusakan kedua jembatan ini membuat sejumlah nagari di Kecamatan Payung Sekaki hingga Kubung mengalami keterisolasian parsial. Sementara di Kabupaten Padang Pariaman, pemasangan jembatan darurat difokuskan di Jembatan Padang Mantuang, salah satu akses utama antarwilayah yang terputus dan membuat arus barang serta angkutan harian terhambat.

Komandan satuan tugas di lapangan menyampaikan bahwa pengerjaan di empat titik dilakukan secara paralel dengan sistem prioritas berdasarkan tingkat urgensi akses dan jumlah penduduk terdampak. Material jembatan telah didistribusikan menggunakan truk berat dan dukungan alat berat TNI. Proses perakitan mencakup penyusunan rangka utama, pemasangan lantai jembatan, penguatan fondasi sisi masuk, serta uji beban sebelum dibuka untuk publik. Seluruh tahapan dilakukan tanpa henti sejak pagi hingga malam untuk mengejar target operasional.

Pemerintah daerah setempat mengapresiasi respons cepat TNI dalam memulihkan konektivitas pascabencana. Pemasangan jembatan bailey dinilai tidak hanya memulihkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi logistik bantuan, bahan bakar, dan kebutuhan dasar yang sebelumnya harus ditempuh melalui rute alternatif yang jauh lebih panjang. Dengan rampungnya jembatan-jembatan darurat ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak terutama sektor pertanian dan perdagangan lokal yang sempat terhenti.

Hingga Rabu malam, progres pemasangan di Pasaman Barat dilaporkan telah mencapai tahap penyusunan rangka utama. Jika cuaca mendukung dan arus sungai stabil, pengerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai rencana. Sementara itu, pemasangan di Solok dan Padang Pariaman juga menunjukkan perkembangan bertahap, dengan beberapa komponen struktural utama sudah berada di lokasi sejak dua hari terakhir.

Pemerintah provinsi menyebut empat titik prioritas ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur vital pascabencana di Sumatra Barat. Setelah bailey beroperasi, pemerintah akan melanjutkan proses pembangunan jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan kajian teknis tambahan, termasuk penguatan fondasi, stabilitas aliran sungai, serta mitigasi risiko bencana serupa.

Dengan target penyelesaian pada 12 Desember 2025, masyarakat diharapkan kembali memiliki akses transportasi yang aman dan layak dalam waktu dekat. Pemerintah mengimbau warga tetap berhati-hati melintas pada masa awal operasional jembatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga keselamatan bersama.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini