Presiden Prabowo dan Menhan Tinjau Wilayah Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatra Utara

Crew8 News

ACEH — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara guna memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan secara terkendali, terkoordinasi, dan efektif.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung selama dua hari dan mencakup pemantauan kondisi pengungsian, distribusi logistik, pemulihan infrastruktur dasar, serta koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan unsur TNI–Polri. Presiden menegaskan bahwa kehadiran negara di lokasi bencana menjadi prioritas utama untuk menjamin keselamatan masyarakat dan keberlanjutan layanan publik.

“Secara umum kondisi di lapangan terkendali. Pelayanan kepada para pengungsi berjalan baik, kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, dan suplai pangan dalam kondisi aman,” ujar Presiden Prabowo usai rangkaian peninjauan, Sabtu (13/12).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Menteri Pertahanan juga meninjau sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat bencana hidrometeorologi, antara lain kawasan Takengon dan Kabupaten Bener Meriah. Presiden memastikan bahwa akses transportasi dan jalur distribusi logistik ke wilayah-wilayah tersebut telah kembali terbuka sehingga pengiriman bantuan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Selain itu, Presiden juga memastikan akses menuju Kabupaten Aceh Tamiang telah tersambung kembali. Pemulihan konektivitas tersebut dinilai krusial untuk memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan, mobilisasi alat berat, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa unsur TNI dilibatkan secara aktif dalam mendukung penanganan bencana, mulai dari evakuasi warga, pendistribusian logistik, pembukaan akses wilayah terisolasi, hingga dukungan teknis di lapangan. Menhan menegaskan bahwa koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan kementerian terkait terus diperkuat guna memastikan respons cepat dan terukur.

Terkait pemulihan jaringan listrik, Presiden mengakui masih terdapat kendala akibat kondisi medan yang berat serta genangan banjir di sejumlah titik. Namun demikian, pemerintah menargetkan pemulihan layanan kelistrikan dapat dilakukan secara bertahap dan diharapkan kembali normal dalam kurun waktu sekitar satu minggu, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan akses lapangan.

Presiden juga menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi serta memastikan tidak terjadi kekosongan layanan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah pusat, kata Presiden, akan terus memberikan dukungan penuh hingga fase pemulihan pascabencana berjalan stabil dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bahwa seluruh kebijakan penanganan bencana dilaksanakan secara terpadu, berbasis kebutuhan lapangan, serta mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini