BAGANA Bangun Hunian Sementara di Solok, Perkuat Pemulihan Pascabencana Jelang Ramadan

Crew8 News

Solok — Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Kabupaten Solok bersama Banser, Bansar Tanggap Bencana, dan kader Gerakan Pemuda Ansor terus mempercepat penanganan serta pemulihan pascabencana dengan membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Nagari Peninggahan, Jorong Subarang, Kampung Cacang, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Upaya kemanusiaan ini diperkuat melalui kerja sama lintas wilayah dengan dukungan PW Gerakan Pemuda Ansor Lampung dan Satkorwil Banser Lampung, yang menurunkan langsung tim relawan untuk membantu pembangunan huntara di lokasi terdampak.

Koordinator BAGANA Kabupaten Solok, Riki Rizo Namzah, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan warga, terutama agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian.

“Hunian sementara ini kami bangun sebagai langkah awal pemulihan. Dukungan relawan dari Lampung memperkuat kerja di lapangan, sehingga proses bisa berjalan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Riki, Selasa.

Tim relawan dari Lampung yang diturunkan khusus untuk pembangunan huntara di Solok terdiri dari Ketua Tim Agus SB, Wakil Ketua Noppy, serta anggota Fajar Suprapto, Amin Susilo, Ferdi Agustian, dan Muhamad Muarif. Seluruh relawan bergabung dengan personel BAGANA dan kader GP Ansor Kabupaten Solok dalam kerja gotong royong di lokasi bencana.

Riki menegaskan, percepatan pemulihan menjadi semakin penting mengingat dalam beberapa bulan ke depan masyarakat akan memasuki bulan suci Ramadan dan Idulfitri, yang membutuhkan kondisi sosial dan psikologis warga yang lebih stabil.

“Pemulihan tidak hanya soal bangunan. Warga harus dipastikan pulih secara mental dan spiritual agar dapat menjalani ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang dan bermartabat,” jelasnya.

Selain itu, BAGANA mendorong perhatian serius terhadap anak-anak, balita, dan lansia sebagai kelompok paling rentan pascabencana. Menurut Riki, pengalaman penanganan bencana sebelumnya menunjukkan bahwa masalah kesehatan dan gizi sering muncul sebagai dampak susulan jika tidak ditangani sejak awal.

“Kelompok rentan harus menjadi prioritas. Kesehatan dan asupan gizi mereka harus dipastikan agar tidak muncul masalah baru pascabencana, seperti gangguan kesehatan atau penurunan kualitas hidup,” tegasnya.

Selain pembangunan huntara, BAGANA Kabupaten Solok juga mengoperasikan posko tanggap bencana sebagai pusat koordinasi, pendataan warga terdampak, serta distribusi bantuan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

BAGANA bersama GP Ansor menyatakan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak secara bertahap dan berkelanjutan, sembari mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan agar pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini