Mevrizal SH MH Apresiasi Kegigihan Syafri Tanjung Benahi THKW Aro Suka

Crew8 News
Solok — Upaya pembenahan kawasan Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Aro Suka kembali mendapat apresiasi. Mevrizal, S.H., M.H., memberikan penghargaan atas kegigihan Syafri Tanjung dalam melihat dan mengembangkan potensi strategis THKW Aro Suka sebagai ruang publik, kawasan wisata, sekaligus sentra pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.

Apresiasi tersebut disampaikan Mevrizal saat meninjau langsung kondisi kawasan THKW Aro Suka, di mana sejumlah titik mulai kembali ditata, termasuk gerbang kawasan dan jajaran tenda-tenda pedagang yang sebelumnya sempat terbengkalai. Penataan ulang ini dinilai sebagai langkah awal yang konkret dalam menghidupkan kembali fungsi kawasan THKW bagi masyarakat.

“Langkah yang dilakukan Syafri Tanjung patut diapresiasi. Ini bukan sekadar penataan fisik, tetapi upaya serius mengembalikan fungsi THKW agar benar-benar bermanfaat dan tepat guna, terutama untuk sektor pariwisata dan pengembangan UMKM,” ujar Mevrizal.

Ia menilai, keberadaan THKW Aro Suka memiliki nilai strategis jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Menurutnya, kawasan ini tidak hanya berpotensi sebagai ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang mampu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sementara itu, Syafri Tanjung menyampaikan bahwa pembenahan kawasan THKW dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Solok. Ia menegaskan bahwa penataan ini bukan bersifat sementara, melainkan bagian dari perencanaan jangka panjang tata kelola THKW ke depan.

“Kami terus berkomunikasi dengan Pemkab Solok terkait arah pengelolaan THKW. Tujuannya jelas, agar kawasan ini tertata dengan baik, memiliki kepastian fungsi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Syafri.

Menurut Syafri, optimisme terhadap masa depan THKW Aro Suka didasarkan pada letaknya yang strategis serta potensi alam dan sosial yang dimiliki. Dengan penataan yang terencana, THKW diyakini dapat menjadi salah satu titik utama destinasi pariwisata daerah, sekaligus sentra pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kawasan tersebut. Tanpa sinergi, menurutnya, potensi besar THKW tidak akan dapat dimaksimalkan secara optimal.

“Kami ingin THKW ini hidup. Bukan hanya ramai pengunjung, tetapi juga memberi ruang usaha yang sehat bagi UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi aset daerah yang bernilai strategis,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah fasilitas mulai diperbaiki dan ditata ulang. Jajaran tenda pedagang terlihat kembali dibenahi, sementara kawasan sekitar mulai dibersihkan untuk menciptakan kenyamanan pengunjung. Penataan ini diharapkan menjadi pemicu awal kebangkitan aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan THKW Aro Suka.

Dengan dukungan berbagai pihak dan konsistensi dalam pengelolaan, THKW Aro Suka diharapkan dapat berkembang menjadi ikon baru pariwisata Kabupaten Solok serta motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis UMKM di masa mendatang.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini