INKOMITRA Resmi Dideklarasikan di Pagaruyung, Himpun Koperasi Tambang Rakyat se-Sumatera

Crew8 News
Tanah Datar – Induk Koperasi Migas dan Tambang Rakyat (INKOMITRA) resmi dideklarasikan dan diluncurkan di Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat, dalam sebuah acara yang dihadiri ratusan perwakilan koperasi tambang rakyat dari berbagai daerah di Sumatera Barat, serta delegasi dari Riau dan Sumatera Utara, Sabtu (31/1).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina INKOMITRA, Drs. H. Priyo Budi Santoso. Dalam kesempatan itu, H. Mulyadi secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum INKOMITRA.

Acara deklarasi berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, turut dihadiri keturunan Kerajaan Pagaruyung, Panglimo Rajo Alam, sebagai simbol legitimasi sejarah dan kultural gerakan ekonomi rakyat Minangkabau. Priyo Budi Santoso, yang pernah menjabat anggota DPR RI selama tiga periode dan satu periode sebagai Wakil Ketua DPR RI, menegaskan bahwa pembentukan INKOMITRA merupakan buah dari perjuangan panjang para penambang rakyat untuk mendapatkan pengakuan negara.

Menurutnya, selama bertahun-tahun penambang rakyat kerap dicap sebagai penambang ilegal, perusak lingkungan, bahkan kerap berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Perjalanan ini tidak pendek. Bertahun-tahun penambang rakyat distigma sebagai liar dan kriminal. Padahal mereka hanya mencari nafkah di tanah sendiri. Hari ini negara mulai hadir. Terbitnya PP Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pertambangan Rakyat adalah bukti bahwa perjuangan itu didengar,” ujar Priyo dalam sambutannya.

Ia menekankan, regulasi baru tersebut membuka ruang legalitas sekaligus tanggung jawab bagi pertambangan rakyat agar lebih tertib, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Sekarang saatnya kita buktikan bahwa penambang rakyat bukan perusak, tetapi penjaga lingkungan dan penjaga ekonomi lokal. Koperasi menjadi wadah untuk memastikan tata kelola yang baik,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut serentak teriakan “setuju” dari ratusan peserta deklarasi, mencerminkan optimisme baru di kalangan pelaku tambang rakyat.

Sementara itu, Ketua Umum INKOMITRA, H. Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi dan sumber daya alam.

Ia menyebut, gerakan koperasi tambang rakyat sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi sumber daya alam, dan pemerataan kesejahteraan.

“Kami melihat Asta Cita Presiden Prabowo memberi ruang besar bagi ekonomi rakyat untuk tumbuh. INKOMITRA siap menjadi bagian dari agenda besar itu. Tambang rakyat harus naik kelas, legal, tertib, produktif, dan tetap menjaga alam,” kata Mulyadi.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para penambang yang mulai menerapkan praktik ramah lingkungan di lapangan.

“Saya bangga melihat kesadaran kawan-kawan penambang. Sekarang sudah banyak yang memperhatikan reklamasi, pengelolaan limbah, dan keselamatan kerja. Ini membuktikan bahwa penambang rakyat punya tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, koperasi akan menjadi instrumen pengawasan internal agar praktik pertambangan tidak lagi sporadis, melainkan terorganisasi, berizin, dan berstandar.
Pemilihan Istano Basa Pagaruyung sebagai lokasi deklarasi disebut bukan tanpa makna. Selain sebagai simbol kebesaran adat Minangkabau, tempat tersebut merefleksikan sejarah panjang gerakan koperasi di Indonesia yang tak lepas dari sosok Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia yang berasal dari Ranah Minang.

Semangat kolektivitas dan gotong royong yang diwariskan Hatta dinilai sejalan dengan cita-cita INKOMITRA dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat tambang.
Dengan deklarasi ini, INKOMITRA menargetkan konsolidasi koperasi-koperasi tambang rakyat di berbagai daerah agar memiliki payung organisasi nasional yang kuat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Gerakan tersebut diharapkan mampu mengakhiri konflik antara penambang rakyat dan aparat, sekaligus menghadirkan tata kelola pertambangan yang adil, legal, dan berkelanjutan.

(M Nur Usman)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini