Crew8 News
SOLOK – Rudi Horizon kembali memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok untuk periode 2026–2030. Politisi sekaligus pengusaha yang akrab disapa Rudi Cader itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Solok, Sumatera Barat, Selasa (3/2/2026).
Proses pemilihan berlangsung singkat, hanya sekitar 2,5 jam, tanpa voting. Rudi menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar dan menyerahkan berkas pencalonan kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Dari total 53 cabang olahraga (cabor) yang terdaftar, sebanyak 43 cabor memberikan dukungan tertulis. Sementara lima cabor abstain dan lima lainnya tidak memiliki surat keputusan (SK) aktif. Dukungan mayoritas itu memastikan Rudi kembali memimpin KONI Kota Solok untuk periode kedua.
Dalam kepemimpinannya, Rudi mengusung tagline “Prestasi Hebat, Sistem Kuat, Solok Bermartabat” dengan motto Musorkot “Meraih Prestasi dengan Berkolaborasi.” Fokus utamanya adalah peningkatan prestasi olahraga daerah, khususnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
“Target terdekat kita meningkatkan prestasi di Porprov XVI Sumbar Oktober 2026. Dari peringkat 13 pada Porprov terakhir, kita menargetkan masuk lima besar. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kalau dikerjakan bersama dan kompak, tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Rudi.
Untuk mendukung target tersebut, KONI Kota Solok mengajukan diri sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga, yakni aerosport, angkat besi, dan angkat berat. Langkah itu dinilai dapat menciptakan keuntungan kompetitif sekaligus memaksimalkan potensi atlet lokal.
Rudi menambahkan, pengalaman periode sebelumnya akan menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet dan sistem organisasi. Ia berharap seluruh pengurus dan pengcab meningkatkan kinerja serta mempererat kolaborasi.
Musorkot turut dihadiri Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Editiawarman. Ia menegaskan Musorkot bukan sekadar agenda pemilihan ketua, melainkan forum evaluasi dan penentuan arah kebijakan organisasi.
“Musorkot itu wajib sesuai aturan. Bukan hanya memilih ketua, tapi juga laporan pertanggungjawaban dan menyusun arah organisasi. Pengabdian di KONI adalah ibadah, tapi tetap harus ada target prestasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kreativitas pendanaan dan komunikasi dengan pemerintah serta pihak swasta. Menurutnya, pembiayaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan APBD.
“KONI memang dimandatkan membantu pemerintah, tapi sumber keuangan tidak harus dari pemerintah saja. Bisa dari perantau, dunia usaha, dan pihak lain. Beban berat tidak bisa ditanggung sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Solok yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Drs. Irsyad, mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional dan kolaborasi lintas sektor. Ia menilai prestasi olahraga hanya dapat dicapai jika seluruh pengcab solid dan aktif.
Dengan kepemimpinan periode kedua Rudi Cader, KONI Kota Solok diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan menuju Porprov 2026.
(C8N)
#senyuman08






