KDMP Koto Gadang Guguk Salurkan 211 Ton Pupuk Subsidi, Siapkan Pasok MBG dan Gandeng Bulog Kerja Sama

Crew8 News
Solok ,- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Koto Gadang Guguk mulai mengaktifkan sejumlah unit usaha sebagai penggerak ekonomi nagari, mulai dari layanan simpanan anggota, distribusi pupuk bersubsidi, hingga persiapan kerja sama dengan Bulog untuk minyak goreng menjelang Ramadan.

Ketua KDMP Koto Gadang Guguk, Wayly Debfritd, S.Pd, mengatakan saat ini koperasi telah menjalankan beberapa unit usaha yang berorientasi langsung pada kebutuhan petani dan masyarakat.

“Ada beberapa unit yang sudah berjalan, seperti simpanan bajapuik, penyaluran pupuk subsidi, dan gerai Minyakita. Ini tahap awal penguatan ekonomi anggota,” kata Wayly.

Untuk sektor pertanian, KDMP dipercaya menjadi PPTS (penyalur pupuk bersubsidi) dengan kuota sekitar 211 ton per tahun. Penyaluran tersebut melayani sembilan kelompok tani (keltan) dengan komoditas utama padi dan kopi.
Menurut dia, distribusi pupuk menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas petani sekaligus memastikan peran koperasi hadir di sektor hulu produksi.

“Kalau pupuk lancar, produksi aman. Petani tidak lagi kesulitan akses,” ujarnya.

Selain pupuk, koperasi juga membuka gerai Minyakita untuk membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Dalam waktu dekat, KDMP tengah mempersiapkan kerja sama distribusi dengan Bulog, terutama menghadapi lonjakan kebutuhan bahan pokok menjelang bulan Ramadan.

“Sebentar lagi Ramadan, permintaan minyak goreng pasti naik. Kami ingin koperasi ikut menjaga stok dan harga tetap stabil,” jelas Wayly.

Ke depan, KDMP juga menargetkan dapat mengambil peran lebih luas sebagai mitra rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah komoditas lokal seperti beras, pisang, pepaya, dan hortikultura disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Pengurus berencana berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait untuk memetakan kebutuhan pangan secara lebih akurat agar produksi anggota sesuai dengan permintaan pasar.

Secara nasional, KDMP diluncurkan pemerintah sebagai instrumen penguatan ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi, serta menyerap hasil pertanian lokal. Program ini diharapkan bersinergi dengan MBG yang menciptakan permintaan pangan dalam skala besar setiap hari.

Langkah KDMP Koto Gadang Guguk dinilai menjadi contoh bagaimana koperasi desa mulai menjalankan fungsi riil, tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi aktif dalam distribusi dan penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami bergerak bertahap. Targetnya koperasi benar-benar jadi pusat ekonomi nagari,” tutup Wayly.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini