Kelangkaan BBM di Melawi, Harga Eceran Tembus Rp45 Ribu per Liter

Crew8 News
Melawi, Kalimantan Barat – Masyarakat Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU serta lonjakan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 per liter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun LSM Lidik Krimsus RI Bidang Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Barat, kelangkaan terjadi akibat terganggunya distribusi pasokan BBM ke wilayah tersebut. Biasanya, harga BBM di SPBU berada pada kisaran Rp10.000 per liter untuk jenis tertentu, namun akibat keterbatasan stok, masyarakat terpaksa membeli di luar SPBU dengan harga jauh lebih tinggi.

Konfirmasi yang dilakukan LSM dengan salah satu manajer SPBU di Kabupaten Melawi mengungkapkan bahwa faktor cuaca kemarau menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi. Menurutnya, banyak ponton atau kapal tanker pengangkut BBM yang tidak dapat merapat ke pangkalan depo di Sintang karena kondisi perairan yang surut. Hal itu berdampak langsung pada berkurangnya suplai BBM ke sejumlah SPBU, termasuk di Melawi.

“Karena kondisi kemarau, distribusi melalui jalur sungai terkendala. Banyak ponton tanker tidak bisa sampai ke Depo Sintang, sehingga suplai ke SPBU di Melawi ikut berkurang,” ujar salah satu manajer SPBU saat dikonfirmasi (15/2).

Ia menjelaskan, alternatif distribusi menggunakan armada mobil tangki dari Pontianak juga tidak dapat sepenuhnya mengatasi persoalan dalam waktu cepat. Pasalnya, kebutuhan BBM tidak hanya terjadi di Melawi, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat yang mengalami kondisi serupa. Dengan keterbatasan armada dan tingginya permintaan, pasokan yang masuk dinilai belum mampu memenuhi standar kebutuhan secara optimal.

“Bukan hanya SPBU kami yang membutuhkan, tetapi banyak SPBU lain juga mengalami kekurangan. Sekalipun ada pengiriman melalui jalur darat, jumlahnya belum sepenuhnya mencukupi,” tambahnya.

Situasi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, petani, dan pengguna kendaraan bermotor yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk mobilitas sehari-hari. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite maupun Pertamax, bahkan harus mengantre dalam waktu lama tanpa kepastian memperoleh bahan bakar.

Ketua Bidang Hukum dan HAM LSM Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat menyampaikan harapan agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret guna menstabilkan pasokan dan mencegah lonjakan harga di tingkat pengecer. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap praktik penjualan BBM di luar SPBU yang berpotensi merugikan masyarakat.

Pihak manajemen SPBU menyatakan optimistis bahwa dalam waktu dekat pasokan akan kembali normal seiring membaiknya distribusi.

“Kami berharap dalam waktu dekat stok BBM kembali stabil sehingga pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Melawi dapat berjalan seperti biasa tanpa antrean panjang,” tutup manajer tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Melawi masih berharap adanya percepatan distribusi dari pihak terkait agar kebutuhan BBM kembali terpenuhi dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal seperti sediakala.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini