Crew 8 News
AGAM,- Ketua ARUN (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) Kabupaten Agam, Budi Syukry SH, memberikan apresiasi terhadap sejumlah langkah strategis Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Bupati Benni Warlis (Datuak Tan Batuah) dalam menghadapi tantangan pascabencana hidrometeorologi yang terus berulang di daerah tersebut.
Menurut Budi Syukry, kondisi geografis Kabupaten Agam yang berada di kawasan perbukitan, lereng rawan longsor, hingga kawasan danau menjadikan tata kelola pemerintahan dan penganggaran harus dilakukan secara terukur, cepat, dan adaptif terhadap risiko bencana.
“Pemkab Agam saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dalam situasi pascabencana dan tekanan fiskal daerah, ada beberapa langkah pemerintah yang patut diapresiasi karena menunjukkan adanya keseriusan menjaga stabilitas daerah,” kata Budi Syukry, Jumat (22/5/2026).
Ia menilai langkah Pemkab Agam yang dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Nasional menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian daerah masih memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan pangan Sumatera Barat.
Selain itu, keterlibatan aktif Bupati Benni Warlis dalam forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok pascabencana dan mencegah tekanan ekonomi masyarakat semakin melebar.
ARUN Agam juga menyoroti kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui apel siaga dan simulasi pengendalian di Kecamatan Palupuh sebagai langkah mitigasi yang dinilai tepat di tengah perubahan iklim ekstrem.
Di sektor lingkungan, program revitalisasi Danau Maninjau tetap dianggap sebagai agenda penting yang harus dijaga keberlanjutannya. Menurut Budi, persoalan sedimentasi dan keramba jaring apung tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekosistem dan ekonomi masyarakat sekitar danau.
Meski demikian, ARUN Agam juga memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja pengelolaan anggaran dan percepatan pembangunan daerah.
Budi Syukry menyoroti postur APBD Agam 2026 yang mengalami defisit sebesar Rp47,5 miliar. Berdasarkan dokumen pengesahan APBD, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,355 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp1,403 triliun.
“Defisit anggaran di tengah kebutuhan pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat tentu harus menjadi alarm serius. Pemerintah daerah wajib memastikan defisit ini tidak berdampak pada kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Selain itu, ARUN menilai struktur APBD Agam masih belum ideal karena didominasi belanja pegawai yang mencapai sekitar 66 persen dari total belanja daerah. Kondisi tersebut dinilai mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan fasilitas publik pascabencana.
Kritik juga diarahkan pada lambannya realisasi belanja daerah. Hingga April 2026, serapan anggaran disebut baru mencapai sekitar Rp245,07 miliar atau 17,47 persen dari total pagu anggaran.
Menurut Budi, keterlambatan serapan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi masyarakat di tingkat nagari.
“Dalam situasi daerah yang membutuhkan percepatan rehabilitasi pascabencana, serapan anggaran yang lambat justru berpotensi menghambat pemulihan,” ujarnya.
ARUN Agam turut menyoroti keterlambatan eksekusi dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang sempat menuai kritik internal parlemen terhadap OPD, TAPD, dan Sekretariat Daerah. Padahal, program pokir dinilai banyak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
Selain persoalan fiskal, Budi juga meminta Pemkab Agam memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam percepatan penanganan jalan rusak serta normalisasi daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi penyebab banjir berulang di sejumlah wilayah permukiman.
“Ke depan, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya perencanaan, tetapi eksekusi yang cepat, tepat sasaran, dan transparan. Pemkab Agam harus mampu menjaga keseimbangan antara pemulihan bencana, disiplin fiskal, dan percepatan pembangunan,” tutupnya.
(C8N)
#senyuman08






