Menuju Grand Final Hoegeng Awards 2026, David Wewe Jadi Simbol Polisi Responsif

Crew 8 News

PADANG,- Nama Aiptu David Rico Dermawan alias David Wewe terus menjadi perhatian publik menjelang final Hoegeng Awards 2026. Anggota Tim Klewang Opsnal Satreskrim Polresta Padang itu dinilai menjadi representasi figur polisi lapangan yang responsif, humanis, dan aktif membangun komunikasi dengan masyarakat di tengah tantangan besar pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

David Wewe berhasil masuk dalam tiga besar kandidat kategori Polisi Berdedikasi pada ajang Hoegeng Awards 2026 bersama Brigpol Kamaludin dari Polres Sumbawa Barat dan Kombes Pol Eko Budhi Purwono dari Polda Riau.

Masuknya nama David Wewe ke tahap final tidak lepas dari rekam jejak operasionalnya selama bertugas di Satreskrim Polresta Padang. Polisi yang memulai karier sejak tahun 2000 itu dikenal luas melalui berbagai operasi penangkapan pelaku kriminal jalanan, DPO, hingga residivis di wilayah Sumatera Barat.

Karier awalnya dimulai di satuan Sabhara Polda Sumbar sebelum kemudian bertugas di Satreskrim Kepulauan Mentawai pada 2001. Sejak bergabung dengan Satreskrim Polresta Padang pada 2006, namanya semakin dikenal sebagai bagian dari unit opsnal lapangan yang bergerak cepat dalam penanganan kasus kriminalitas.

Saat ini, David Wewe menjabat sebagai Kasubnit II Unit VI Satreskrim sekaligus Kepala Tim Klewang Opsnal Satreskrim Polresta Padang.

Di tingkat lokal, Tim Klewang dikenal sebagai unit yang aktif melakukan penindakan terhadap pelaku kriminal jalanan. Reputasi itu semakin menguat seiring munculnya berbagai dokumentasi operasi lapangan yang viral di media sosial dan platform digital.

Berbeda dengan pola komunikasi kepolisian yang cenderung formal dan tertutup, David Wewe justru aktif membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat melalui media sosial dan kanal YouTube pribadinya. Aktivitas patroli sosial, respons laporan warga, hingga dokumentasi kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari pendekatan yang membuat dirinya dikenal dekat dengan masyarakat.

Di tengah derasnya kritik publik terhadap berbagai persoalan etik dan profesionalisme aparat penegak hukum, figur seperti David Wewe dipandang sebagian masyarakat sebagai simbol hadirnya polisi yang tetap bekerja langsung di lapangan dan membangun kedekatan sosial dengan warga.

Salah satu aspek yang paling menyita perhatian publik adalah strategi penyamaran yang digunakannya saat memburu pelaku kejahatan.

Dalam salah satu operasi yang sempat viral secara nasional, David Wewe menyamar sebagai pengamen bus antarprovinsi untuk menangkap seorang buronan kasus tawuran maut berinisial EN (18) yang melarikan diri ke Pulau Jawa selama sekitar enam bulan.

Setelah memperoleh informasi bahwa pelaku hendak pulang ke Padang menggunakan bus antarprovinsi, ia naik ke dalam bus sambil membawa gitar dan berperan sebagai pengamen jalanan. Saat kendaraan memasuki kawasan Indarung, target langsung diamankan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah penumpang.

Strategi lain yang juga menarik perhatian publik adalah ketika dirinya menyamar sebagai ustaz berbaju koko putih lengkap dengan peci hitam untuk menangkap seorang residivis kasus pencurian dan penyalahgunaan narkotika di kawasan Permindo, Padang Barat.

Dengan pendekatan persuasif, ia mendekati target layaknya tokoh agama yang hendak mengajak pengajian. Ketika pelaku lengah, Tim Klewang langsung bergerak melakukan penangkapan.

Metode penyamaran seperti itu dinilai sebagian masyarakat sebagai bentuk kreativitas dan pendekatan humanis dalam penegakan hukum karena mampu meminimalkan risiko benturan terbuka maupun kepanikan di tengah warga.

Namun di sisi lain, meningkatnya popularitas figur polisi lapangan juga memunculkan tuntutan publik terhadap transparansi prosedur dan akuntabilitas tindakan aparat. Di era keterbukaan digital, masyarakat kini tidak hanya melihat keberhasilan penindakan kriminal, tetapi juga menilai aspek etika, komunikasi sosial, dan konsistensi pengabdian aparat penegak hukum.

Selain dikenal dalam operasi penindakan, David Wewe juga aktif dalam kegiatan sosial bertajuk “Patroli Berbagi” serta turun langsung membantu masyarakat saat terjadi bencana banjir bandang di Sumatera Barat.

Responsivitas terhadap laporan warga menjadi salah satu alasan dirinya diusulkan masyarakat masuk dalam nominasi Hoegeng Awards 2026, termasuk oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Sari Lenggogeni.

Dalam berbagai testimoni publik, David Wewe disebut sebagai sosok polisi yang mudah dihubungi dan tetap merespons laporan masyarakat bahkan di luar jam dinas formal.

Di tengah tantangan besar membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri, figur seperti David Wewe dinilai memiliki makna penting secara simbolik. Sosoknya merepresentasikan wajah polisi lapangan yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga aktif mendengar laporan masyarakat, hadir langsung di lokasi konflik, serta membangun komunikasi terbuka dengan warga melalui media sosial.

Pendekatan tersebut membuat nama David Wewe berkembang menjadi salah satu figur polisi yang dekat dengan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat. Aktivitas patroli sosial, respons cepat terhadap laporan warga, hingga keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan dinilai memperkuat citra polisi yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Karena itu, kehadiran David Wewe di final Hoegeng Awards 2026 dipandang bukan sekadar kompetisi personal antarkandidat. Momentum ini juga menjadi cerminan harapan masyarakat terhadap lahirnya kultur kepolisian yang lebih terbuka, adaptif, dan mampu membangun kembali kepercayaan publik melalui kerja nyata di lapangan.

Sementara itu, dua kandidat lain yang bersaing di kategori Polisi Berdedikasi juga memiliki pendekatan pengabdian yang berbeda.

Brigpol Kamaludin dari Polres Sumbawa Barat dikenal melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dengan pembagian bibit ternak dan pertanian yang berhasil membantu meningkatkan perputaran ekonomi warga.

Sedangkan Kombes Pol Eko Budhi Purwono dari Polda Riau dikenal melalui program Green Policing yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pembinaan pemuda eks pelaku illegal logging menjadi bagian dari penggerak keamanan lingkungan.

Ketiga kandidat tersebut dipilih melalui proses seleksi Dewan Pakar Hoegeng Awards dan kini memasuki tahap uji publik sebelum penentuan pemenang akhir.

Bagi banyak masyarakat di Sumatera Barat, pencapaian David Wewe menembus final Hoegeng Awards 2026 menjadi kebanggaan tersendiri. Dari seorang anggota opsnal yang bertugas di jalanan Kota Padang, namanya kini masuk dalam panggung nasional sebagai salah satu simbol harapan publik terhadap hadirnya polisi yang cepat merespons, dekat dengan masyarakat, dan tetap menjaga pendekatan kemanusiaan dalam tugas penegakan hukum.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini