Crew8 News
SOLOK,- Serangan hama tikus yang kian masif dan mengancam hasil panen padi mendorong petani di Nagari Cupak, Kabupaten Solok, bergerak cepat melakukan aksi pemberantasan di sejumlah titik persawahan, Kamis (29/1). Kegiatan itu turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Demokrat, Agus Syahdeman, yang langsung turun ke sawah bersama petani.
Agus terlihat bergabung dengan Ketua Gapoktan Cupak Sepakat, Sukasno, serta anggota kelompok tani setempat melakukan pengendalian hama secara gotong royong. Di lokasi berbeda, kegiatan serupa juga dihadiri Bupati Solok dan Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama H. Candra sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap petani.
Serangan tikus disebut sudah berada pada level mengkhawatirkan. Sejumlah petani mengaku tanaman padi mereka rusak sebelum memasuki masa panen, sehingga berpotensi menurunkan produksi dan mengganggu ketahanan pangan lokal.
Ketua Gapoktan Cupak Sepakat, Sukasno, mewakili petani menyampaikan langsung aspirasi kepada legislator tersebut.
Ia meminta dukungan berupa penyediaan alat solder untuk masing-masing petani. Alat itu rencananya digunakan sebagai bagian dari metode pengendalian hama di lubang-lubang sarang tikus.
“Kami berharap setiap petani dibekali alat solder. Selama ini kami minim peralatan, padahal alat itu cukup efektif untuk membantu mengusir dan membasmi hama tikus,” ujar Sukasno di sela kegiatan di jorong aia angek sonsang
Menanggapi permintaan tersebut, Agus Syahdeman menyatakan siap menyerap dan menindaklanjuti aspirasi petani melalui koordinasi dengan mitra kerjanya di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia menegaskan persoalan hama pertanian tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan stabilitas pangan daerah.
“Aspirasi ini akan kami bawa dan komunikasikan dengan dinas terkait di provinsi. Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret, termasuk dukungan peralatan,” kata Agus.
Legislator dari daerah pemilihan Sumbar VII itu juga memberi motivasi kepada petani agar tetap semangat menghadapi situasi sulit. Menurutnya, kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan wakil rakyat menjadi kunci dalam mengatasi ancaman gagal panen.
Ia menambahkan, perhatian terhadap sektor pertanian sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menaruh fokus pada keberlanjutan pangan dan hilirisasi sektor pertanian serta energi. Karena itu, perlindungan produksi di tingkat petani menjadi hal mendasar.
“Kami akan terus turun ke lapangan dan menyerap aspirasi. Ini bagian dari tugas legislasi dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana amanat partai dan konstituen,” tegasnya.
Sementara itu, petani mengaku tetap optimistis melewati masa kritis ini. Mereka berharap bantuan peralatan dan dukungan teknis segera terealisasi agar serangan tikus dapat diminimalisir dan hasil panen tetap terjaga.
Kegiatan pemberantasan hama secara gotong royong tersebut menjadi bukti sinergi antara petani dan pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan langkah cepat dan dukungan fasilitas yang memadai, petani Cupak berharap musim tanam tahun ini dapat terselamatkan dari ancaman kerugian lebih besar.
(C8N)
#senyuman08






