Badko HMI, PPNI, & AMAN Sumbar: Cerint Iralloza Tasya Dinilai Langgar Kode Etik, Desakan Publik Makin Kencang

Crew8 News

Padang, 20 November 2025 — Tekanan terhadap Senator Cerint Iralloza Tasya terus memuncak. Kini, tidak hanya Badko HMI dan PPNI Sumbar yang menyerukan transparansi dan klarifikasi, tetapi Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sumbar juga turun tangan, menyoroti dugaan pelanggaran kode etik akibat rangkap tugas sebagai anggota DPD RI dan dokter muda (koas).

Menurut laporan dari AMAN Sumbar, Cerint masih aktif menjalani program koas kedokteran sementara juga menjalankan tugas legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Aliansi itu menegaskan bahwa rangkap tugas semacam ini “tidak mungkin dijalankan secara optimal”, karena kedua peran menuntut komitmen penuh dan dedikasi tinggi.

AMAN Sumbar mendesak Cerint Iralloza Tasya untuk segera memberikan keterangan publik yang jelas dan terbuka mengenai prioritas jabatannya, apakah akan fokus pada tugas legislatif di DPD RI atau menyelesaikan profesinya sebagai dokter. Mereka juga meminta agar Cerint secara formal memilih salah satu peran, agar tidak terjadi konflik kepentingan dan agar tugas DPD sebagai wakil daerah tidak terganggu.

Sementara itu, Badko HMI Sumbar sebelumnya sudah menyoroti isu yang sama. Mereka menuntut klarifikasi terkait dugaan rangkap koas kedokteran, menyatakan bahwa jika Cerint tidak memberikan penjelasan resmi, maka persoalan ini akan dibawa ke ranah etik dan lembaga pengawas.
PPNI Sumbar, di sisi lain, menekankan tuntutan agar Badan Kehormatan (BK) DPD RI segera memanggil senator tersebut, mengaudit daftar hadir, dan mempertimbangkan kemungkinan sanksi etik — bahkan meminta pemberhentian jika terbukti melanggar tanggung jawab kedewanan.

Bagi AMAN dan kelompok pemuda lainnya, masalah ini bukan sekadar persoalan profesionalisme, melainkan kepercayaan publik terhadap integritas wakil daerah. Mereka menekankan bahwa seorang anggota DPD harus mampu memilih prioritas yang benar: apakah dia akan mengabdi sepenuhnya sebagai senator atau menyelesaikan pendidikan profesinya dengan tanggung jawab penuh.

Jika tidak ada tindakan transparan dan tegas dari Cerint maupun DPD RI, desakan pemuda Sumbar diprediksi akan terus meningkat, dari aksi unjuk rasa, tuntutan etik, hingga kemungkinan laporan resmi ke lembaga pengawas legislatif dan profesional.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini