Crew8 News
Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat mengatasi kondisi jalan putus yang mengisolasi akses warga di jalur Sumpu–Guguak Malalo pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan tersebut. Dengan pendekatan darurat dan prioritas pada mobilitas masyarakat, Pemkab menargetkan penyambungan sementara jalur vital itu dapat diselesaikan secepat mungkin agar aliran logistik, layanan kesehatan, dan aktivitas harian warga kembali normal.
Bupati Tanah Datar Eka Putra, melalui pernyataan resmi pada Kamis (4/12/2025), menegaskan bahwa penyambungan jalur Sumpu–Guguak Malalo menjadi salah satu fokus utama pemulihan infrastruktur setelah tim teknis BPBD, Dinas PUPR, TNI-Polri, dan relawan memetakan kerusakan di beberapa titik yang masih sulit dijangkau. Pemerintah daerah juga menurunkan tambahan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor yang masih menutup sebagian badan jalan.
“Kita berpacu dengan waktu. Masyarakat di daerah ini tidak boleh terlalu lama terisolasi. Target kita adalah membuka akses sementara secepat mungkin sambil menyiapkan rekonstruksi permanen,” ujar Bupati dalam pernyataan tersebut. Ia menambahkan bahwa kondisi medan yang labil serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama di lapangan, namun seluruh petugas tetap bekerja dalam pola terukur dan berhati-hati demi keselamatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat sudah bekerja sejak pagi untuk membongkar timbunan lumpur, bebatuan, dan material kayu yang menutup ruas jalan. Beberapa titik ambles juga sedang diperkuat dengan timbunan agregat dan penyangga sementara agar kendaraan kecil dapat melintas. Pihak kepolisian dan relawan turut mengatur arus warga yang ingin melewati kawasan tersebut untuk memastikan tidak terjadi kemacetan ataupun insiden tambahan.
Kepala Dinas PUPR Tanah Datar menyebutkan bahwa langkah penyambungan sementara merupakan solusi darurat yang harus ditempuh agar suplai pangan, bantuan logistik, serta mobilitas penduduk tidak sepenuhnya terhenti. “Untuk penanganan permanen kita sudah menyiapkan desain rekonstruksi, termasuk mitigasi di titik rawan. Namun saat ini fokus utama adalah membuka akses terlebih dahulu,” katanya.
Sejumlah warga Sumpu dan Guguak Malalo menyambut baik upaya cepat pemerintah daerah. Menurut salah seorang warga, akses yang terputus sejak bencana membuat mereka kesulitan membawa hasil pertanian keluar desa serta membatasi gerak warga yang membutuhkan layanan kesehatan. “Kalau akses kembali terbuka meski sementara, itu sudah sangat membantu,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Tanah Datar mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Petugas meminta warga untuk menghindari area tebing labil dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses pengerjaan berlangsung.
Pemkab Tanah Datar memastikan seluruh upaya pemulihan dilaksanakan secara paralel dengan penanganan pengungsi, distribusi bantuan, dan pemetaan kerusakan infrastruktur lainnya. Dengan langkah cepat dan koordinasi intensif dari berbagai pihak, pemerintah berharap jalur Sumpu–Guguak Malalo dapat kembali dilalui dan masyarakat terbebas dari isolasi dalam waktu dekat.
(C8N)
#senyuman08






