Di Tengah Pengadaan Mobil Dinas dan Polemik Eselon, Warga Lubuk Rasam Masih Diikat ke Ojek Demi Berobat

Crew8 News
SOLOK,- Kontras tajam antara belanja fasilitas pejabat dan kondisi riil masyarakat pedalaman kembali mencuat di Kabupaten Solok. Saat pemerintah daerah merealisasikan pengadaan sejumlah mobil dinas baru jenis SUV mewah, warga Jorong Lubuk Rasam, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, justru masih kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat jalan rusak dan terisolasi.

Sebuah video yang beredar luas akhir pekan lalu memperlihatkan seorang perempuan sakit diikatkan ke tubuh pengendara ojek agar tidak terjatuh selama perjalanan menuju puskesmas. Pasien tersebut harus menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam melewati jalan tanah berbatu dan berlumpur karena kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak bisa masuk ke kampung.

Keluarga pasien menyebut tidak ada pilihan lain selain menggunakan sepeda motor.

“Kalau pakai mobil tidak bisa lewat. Terpaksa diikat supaya aman di jalan,” ujar salah seorang kerabat.

Setibanya di Puskesmas Surian, pasien hanya mendapat penanganan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit karena keterbatasan fasilitas. Warga juga mengeluhkan Puskesmas Pembantu di Lubuk Rasam tidak berfungsi karena tidak ada tenaga medis tetap.

Menurut warga, kondisi ini bukan kejadian pertama. Oktober 2025 lalu, jenazah seorang guru sekolah dasar yang telah mengabdi puluhan tahun terpaksa ditandu sejauh sekitar 14 kilometer oleh warga karena mobil jenazah tak mampu melintas.

Perjalanan memakan waktu berjam-jam melewati perbukitan.
Hingga kini, akses jalan menuju kampung tersebut masih berupa tanah dan bebatuan. Saat hujan, jalur berubah menjadi lumpur licin. Transportasi darurat sepenuhnya bergantung pada ojek.

Situasi tersebut terjadi bersamaan dengan realisasi belanja kendaraan dinas mewah baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Informasi yang beredar menyebutkan pengadaan beberapa unit mobil kelas menengah atas untuk operasional pejabat. Kebijakan itu memicu kritik karena dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat pedalaman.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai prioritas pembangunan belum menyentuh persoalan dasar.

“Yang kami butuhkan itu jalan dan layanan kesehatan. Bukan mobil baru pejabat,” kata seorang warga Surian.

Sorotan juga mengarah ke DPRD Kabupaten Solok. Di tengah persoalan akses kesehatan dan infrastruktur, sebagian anggota dewan dinilai lebih vokal membahas penundaan pelantikan pejabat eselon III dibandingkan kondisi warga di daerah terpencil.

Isu mutasi jabatan mendominasi pembahasan politik lokal, sementara keluhan masyarakat terkait jalan rusak dan layanan medis minim belum menunjukkan tindak lanjut konkret.

Bupati Solok sebelumnya menyatakan pembangunan jalan terkendala status kawasan hutan sehingga memerlukan izin dari pemerintah pusat. Namun warga berharap pemerintah tetap mencari solusi agar akses dasar bisa segera dibuka.

Bagi masyarakat Lubuk Rasam, kebutuhan mereka sederhana: jalan yang bisa dilalui mobil, ambulans yang dapat masuk, serta tenaga kesehatan yang siaga.

Di saat pejabat menikmati kenyamanan fasilitas dinas baru, warga pedalaman masih harus bertaruh keselamatan di jalan rusak demi berobat. Kontras itu mempertegas ketimpangan prioritas pelayanan publik yang hingga kini belum terjawab.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini