Crew8 News
Jakarta 22/2 ,- Pemerintah Indonesia memperkuat sistem pertahanan udara dan darat untuk melindungi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dengan konsep pertahanan berlapis (layered air defense). Strategi ini menggabungkan daya tangkal serangan jarak jauh dan perlindungan titik terhadap ancaman udara modern, mulai dari rudal jelajah, drone, hingga pesawat tempur.
Dua alutsista utama disiapkan sebagai tulang punggung sistem tersebut, yakni rudal balistik KHAN produksi Roketsan serta sistem kanon pertahanan udara Oerlikon Skyshield buatan Rheinmetall. Kombinasi keduanya dirancang untuk menciptakan payung pertahanan menyeluruh di sekitar pusat pemerintahan baru tersebut.
Rudal KHAN berperan sebagai elemen ofensif sekaligus penangkal strategis. Sistem ini memiliki jangkauan tembak hingga 280 kilometer dengan tingkat akurasi di bawah 10 meter. Kemampuan tersebut memungkinkan militer menjangkau target bernilai tinggi dari jarak aman sekaligus memberi efek gentar (deterrence) terhadap potensi ancaman dari luar wilayah. Dengan mobilitas tinggi berbasis kendaraan peluncur, rudal ini dapat digeser cepat mengikuti dinamika taktis di lapangan.
Sementara itu, Skyshield difungsikan sebagai perlindungan jarak dekat atau point defense untuk menjaga objek vital di sekitar IKN. Sistem ini mengandalkan kanon otomatis berkecepatan tinggi dengan amunisi pintar AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) yang meledak di udara dan menyebarkan ratusan subproyektil, menciptakan “tembok peluru” guna menghancurkan sasaran kecil dan cepat seperti drone, roket, maupun rudal jelajah sebelum mencapai target.
Pengamat militer menilai integrasi dua teknologi lintas negara tersebut menandakan keseriusan pemerintah dalam membangun standar keamanan kelas atas bagi ibu kota baru. Pertahanan berlapis memungkinkan deteksi dini melalui sensor, intersepsi jarak menengah, hingga penghancuran ancaman pada jarak sangat dekat. Pola ini umum diterapkan pada instalasi strategis dan pusat pemerintahan di berbagai negara.
Selain faktor teknis, pendekatan ini juga dinilai relevan dengan karakter ancaman masa kini yang semakin asimetris. Serangan tidak lagi semata-mata berbentuk invasi konvensional, melainkan bisa berupa drone bersenjata, rudal presisi, hingga sabotase teknologi. Dengan sistem berlapis, setiap ancaman memiliki peluang lebih kecil untuk menembus perimeter keamanan.
Langkah penguatan pertahanan ini sekaligus menegaskan posisi IKN sebagai pusat administrasi negara yang vital. Pemerintah ingin memastikan aktivitas pemerintahan, keamanan nasional, dan layanan publik tetap berjalan tanpa gangguan di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Informasi mengenai penguatan alutsista tersebut sebelumnya dilaporkan oleh Zona Jakarta. Pemerintah menargetkan seluruh sistem terintegrasi secara bertahap seiring pembangunan infrastruktur IKN, sehingga kawasan tersebut tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga memiliki perlindungan militer berteknologi tinggi.
Dengan kombinasi rudal balistik presisi dan sistem penangkis udara jarak dekat, Indonesia membangun ekosistem pertahanan komprehensif. IKN diproyeksikan menjadi jantung pemerintahan yang tidak hanya representatif, tetapi juga aman menghadapi spektrum ancaman peperangan modern.
(C8N)
#senyuman08






