Crew8 News
Kabupaten Solok, – Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI yang juga Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia, Otto Hasibuan, turun langsung dalam kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan gantung di Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok, Kamis (2/4/2026).
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PERADI terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025, yang mengakibatkan jembatan gantung untuk akses warga hanyut dan memaksa warga untuk melewati akses alternatif yang jauh memutar.
Rombongan Otto Hasibuan turut didampingi pengurus PERADI Padang, di antaranya Miko Kamal, Mevrizal, dan Riza Zataka beserta rombongan, serta jajaran di bawah kementerian terkait.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Anggota DPRD Kabupaten Solok Ismael Koto serta unsur masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan PERADI dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di daerahnya.
“Bencana yang terjadi telah memutus akses vital masyarakat akibat rusaknya jembatan gantung. Kehadiran PERADI hari ini menjadi momentum penting sebagai awal kebangkitan masyarakat Saniang Baka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah terdampak bencana.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ismael Koto, menyebut keberadaan jembatan gantung sangat vital bagi masyarakat. Sejak jembatan lama hanyut akibat banjir dan galodo, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit.
“Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Bantuan dari PERADI bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga,” ungkapnya.
Ketua Umum PERADI Otto Hasibuan dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi profesi terhadap masyarakat.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian. Kami berharap jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong,” kata Otto.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Solok dan masyarakat yang telah menyambut baik inisiatif tersebut.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat segera rampung sehingga masyarakat kembali memperoleh akses yang aman, layak, dan efisien untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Pemerintah Kabupaten Solok optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan infrastruktur di daerah terdampak bencana akan terus berkembang guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
(C8N)
#senyuman08






