Crew8 News
Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mempercepat penguatan Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung (Komduk) sebagai bagian dari upaya memperkokoh Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi Kebijakan Penguatan Komcad dan Komduk yang digelar di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Rapat diselenggarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, dan dihadiri oleh perwakilan lintas kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kemendiksaintek, Kemenpan RB, Kemenpora, Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Sekretariat Negara.
Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Parwito, menegaskan bahwa penguatan Komcad dan Komduk tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi nasional lintas-instansi.
“Penguatan Komcad dan Komduk merupakan bagian integral dari Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Penyelenggaraan pertahanan negara tidak bisa dibebankan hanya kepada satu kementerian. Seluruh kementerian dan lembaga perlu memetakan tantangan regulatif, koordinatif, anggaran, infrastruktur, serta sumber daya manusia agar kebijakan dapat disiapkan secara tepat dan terukur,” ujar Parwito.
Menurutnya, rapat koordinasi ini bertujuan memastikan rekomendasi kebijakan Menko Polkam dapat diimplementasikan secara konkret dalam siklus perencanaan dan penganggaran tahun mendatang, sekaligus memperkuat sinergi lintas-instansi dalam pembangunan komponen pertahanan negara yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, masing-masing kementerian dan lembaga memaparkan perkembangan tindak lanjut sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Kementerian Dalam Negeri menjelaskan mekanisme integrasi dukungan pemerintah daerah melalui proses perencanaan dan penganggaran berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan melaporkan perkembangan regulasi pelaksanaan Komcad dan Komduk, termasuk kebutuhan penguatan tata kelola, penajaman norma, serta mekanisme verifikasi untuk memastikan kesiapan dan akuntabilitas komponen pertahanan.
Kemendiksaintek menyampaikan komitmennya dalam mendukung penguatan Komcad dan Komduk melalui riset, inovasi teknologi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam kerangka bela negara. Bappenas menekankan pentingnya integrasi program Komcad dan Komduk ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional agar keberlanjutan pembiayaan dapat dipastikan secara reguler dan terukur.
Di sisi lain, Kemenpan RB, Kemenpora, dan LAN memaparkan langkah-langkah penyelarasan kebijakan kelembagaan, pengembangan kurikulum, serta model pelatihan yang relevan guna mendukung agenda penguatan komponen pertahanan negara secara profesional dan adaptif.
Rapat juga menyepakati perlunya sinkronisasi regulasi lintas sektor, penyiapan nomenklatur kegiatan yang seragam, penyelarasan mekanisme pembiayaan, serta pembentukan forum koordinasi terpadu untuk memperkuat implementasi Komcad dan Komduk, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Para peserta rapat menilai bahwa kesiapsiagaan nasional harus dibangun sejak dini melalui pendekatan multidimensi, seiring dengan dinamika geopolitik dan tantangan keamanan yang terus berkembang. Penguatan Komcad dan Komduk dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tahan nasional.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat harmonisasi kebijakan, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memastikan penguatan Komcad dan Komduk dapat berjalan secara sistematis, terorganisasi, dan siap dimobilisasi ketika diperlukan. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat Sistem Pertahanan Rakyat Semesta sekaligus mendukung agenda prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029.
(C8N)
#senyuman08






