Crew8 News
Jakarta,- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengembangkan program hilirisasi ayam terintegrasi di enam daerah sebagai langkah strategis memperkuat swasembada protein hewani nasional sekaligus menata rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir.
Enam wilayah yang menjadi lokasi pengembangan yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Lampung.
Program ini dirancang membangun ekosistem perunggasan terpadu yang mencakup penyediaan pakan, pembibitan, budidaya, rumah potong unggas, pengolahan produk, hingga distribusi dan pemasaran dalam satu sistem. Dengan model integrasi tersebut, pemerintah menargetkan pasokan daging ayam dan telur lebih stabil, aman dikonsumsi, serta merata di seluruh daerah.

Kementan menyebut hilirisasi menjadi kunci mengatasi persoalan klasik sektor ayam, mulai dari fluktuasi harga pakan, biaya produksi tinggi, ketergantungan pasokan antarwilayah, hingga anjloknya harga di tingkat peternak saat panen raya. Melalui integrasi produksi dan distribusi, rantai pasok dipangkas sehingga lebih efisien dan transparan.
Pengembangan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi, serta peternak rakyat dengan dukungan investasi dan akses pembiayaan. Pemerintah juga mendorong pembangunan pabrik pakan berbasis bahan baku lokal serta fasilitas pemotongan ayam berstandar higienis guna meningkatkan kualitas produk.
Selain menjaga ketahanan pangan, program ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah. Kehadiran industri pengolahan unggas di sekitar sentra produksi dinilai memberi nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri.

Kementan menegaskan, hilirisasi tidak hanya menguntungkan korporasi besar, tetapi memberi ruang lebih luas bagi peternak kecil agar terlibat dalam rantai industri, mulai dari kemitraan produksi hingga pemasaran. Dengan demikian, pendapatan peternak diharapkan lebih stabil.
Ketersediaan ayam dan telur yang terjangkau juga dinilai penting untuk mendukung berbagai program sosial pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Melalui hilirisasi ayam terintegrasi, pemerintah menargetkan terciptanya sistem perunggasan nasional yang modern, efisien, dan mandiri, sehingga kebutuhan protein hewani masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pasokan luar daerah maupun impor.
(C8N)
#senyuman08






