Kementan Percepat Hilirisasi Biofuel dan Bioetanol, Dorong Kemandirian Energi Nasional

Crew8 news
Jakarta,2/4 – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mempercepat langkah hilirisasi sektor pertanian dengan mengembangkan biofuel dan bioetanol sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi nasional. Upaya ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang berdampak pada ketahanan energi dan fluktuasi harga bahan bakar fosil.

Pemanfaatan bahan baku dalam negeri menjadi fokus utama dalam program ini. Komoditas unggulan seperti kelapa sawit diarahkan untuk mendukung program biodiesel B50, sementara jagung, ubi kayu, dan tebu dikembangkan sebagai sumber utama produksi bioetanol dengan target pencampuran E20. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, tetapi juga memperkuat peran sektor pertanian sebagai penopang ekonomi nasional.
Dengan dukungan produksi yang kuat, arah pembangunan pertanian kini mulai diperluas ke sektor energi terbarukan berbasis sumber daya hayati. Kementerian Pertanian mendorong integrasi antara hulu dan hilir agar setiap komoditas memiliki nilai tambah yang optimal, tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah.

Selain itu, hilirisasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja di daerah. Pemerintah menggandeng berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, lembaga riset, hingga pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi program tersebut secara menyeluruh.

Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya pengembangan industri biofuel dan bioetanol, harga komoditas pertanian diharapkan lebih stabil karena terserap oleh industri dalam negeri.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa hilirisasi berbasis energi ini menjadi bagian penting dalam transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ke depan, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini