Crew8 News
Jakarta 39/11,- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir. Curah hujan ekstrem yang terjadi hampir tanpa jeda menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi, lahan pertanian rusak, serta akses logistik terputus di beberapa titik. Sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan kemanusiaan, Kementan bersama Perum Bulog melalui penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengerahkan bantuan pangan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam keterangannya, Kementan menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun terdampak secara langsung. Bantuan yang dikirimkan mencakup 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga. Paket bantuan ini disiapkan untuk segera didistribusikan kepada warga di lokasi-lokasi terdampak bencana, khususnya di daerah yang aksesnya telah terbuka dan memungkinkan untuk penyaluran langsung.

Berdasarkan data resmi Kementerian Pertanian, total bantuan yang telah dialokasikan untuk tiga provinsi tersebut mencakup jutaan kilogram beras serta jutaan liter minyak goreng. Rinciannya yaitu:
Aceh
Beras: 10.613.640 kg
Minyak goreng: 2.122.728 liter
Sumatera Utara
Beras: 16.893.920 kg
Minyak goreng: 3.378.784 liter
Sumatera Barat
Beras: 6.794.960 kg
Minyak goreng: 1.358.992 liter
Bantuan pangan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang berada di wilayah paling terdampak, termasuk daerah yang masih mengalami akses terbatas akibat genangan banjir atau tertutup material longsor. Proses distribusi dilakukan secara bertahap bekerja sama dengan pemerintah daerah, posko penanggulangan bencana, dan aparat terkait agar bantuan tiba tepat sasaran.
Kementan juga menyampaikan rasa duka cita kepada seluruh keluarga yang menjadi korban bencana. Selain kerusakan rumah dan infrastruktur, sejumlah lahan pertanian di tiga provinsi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan. Pemerintah memastikan akan melakukan pendataan lapangan dan menyiapkan langkah-langkah pemulihan pertanian sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah.
“Kami berdoa agar masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, perlindungan, dan keselamatan. Pemerintah hadir melalui bantuan pangan ini untuk meringankan beban keluarga dan mempercepat pemulihan kondisi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertanian.
Dalam situasi darurat ini, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk saling membantu, menjaga solidaritas, dan mendukung upaya pemulihan yang tengah berjalan. Bantuan pangan diharapkan dapat menopang kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memulihkan infrastruktur dan layanan vital lainnya.
(C8N)
#senyuman08






