Komisi IV dan Bapanas Pantau Penyaluran Bantuan Pangan di Sumbar

Crew8 News

PADANG – Komisi IV DPR RI bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) meninjau langsung proses penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan bencana di tiga provinsi: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto memimpin peninjauan bantuan yang digelar di Padang, Minggu (30/11/2025). Ia menyebutkan bahwa bantuan pangan yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, gula, dan mi instan.

“Hari ini kami membantu Bulog menyalurkan beras, minyak, mi, dan gula untuk masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan ini tidak hanya untuk Kota Padang, tetapi juga seluruh Sumatera Barat, termasuk Sumatera Utara dan Aceh,” ujarnya.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa stok pangan untuk respons bencana dalam kondisi siap. Total stok logistik di Sumbar mencapai 6.560 ton, terdiri dari bantuan pangan reguler, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) provinsi dan kabupaten/kota, serta alokasi khusus bencana.

Bantuan reguler di Sumbar terdiri dari 5.445 ton beras dan 1.089.156 liter minyak goreng. Sementara itu, CPPD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih menyimpan 757 ton beras cadangan, ditambah 358 ton alokasi bantuan bencana.

Hingga akhir November, realisasi distribusi telah mencapai 61 persen, dengan seluruh bupati dan wali kota menargetkan penyelesaian penyaluran pada minggu pertama Desember.

“Dalam minggu pertama Desember ini, kita optimistis realisasi mencapai 100 persen, sehingga kebutuhan pangan masyarakat untuk dua bulan ke depan aman. Paket bantuannya berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per keluarga,” kata Andriko.

Secara keseluruhan, bantuan pangan yang digelontorkan Bulog melalui penugasan Bapanas untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 34 ribu ton beras dan 6,86 juta liter minyak goreng.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengapresiasi percepatan respon pemerintah pusat yang disebutnya sangat membantu proses pemulihan.

“Kami melihat respon yang sangat sigap dari pemerintah pusat dalam memastikan ketersediaan pangan. Dukungan ini mempercepat pemulihan warga, karena kebutuhan dasar mereka dapat langsung dipenuhi. Kami siap memperkuat koordinasi agar distribusi bantuan tertib dan tepat sasaran,” ujar Vasko.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah cepat begitu laporan bencana diterima.

“Begitu ada laporan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, kami langsung memproses bantuan beras dan minyak goreng. Bulog, Bapanas, TNI, Polri, semuanya lengkap di lapangan. Saya minta percepatan distribusi agar masyarakat segera mendapatkan bantuan,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Bapanas juga memastikan koordinasi berlapis dengan BPBD, Bulog, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. Daerah yang masih membutuhkan tambahan beras dapat mengajukan permohonan resmi sesuai Peraturan Bapanas Nomor 30 Tahun 2023 tentang Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk Bencana dan Keadaan Darurat.

“Kami ingin memastikan tidak ada daerah yang kekurangan beras selama masa darurat. Semua mekanisme kami percepat agar masyarakat merasa terlindungi,” tambah Andriko.

Dengan stok logistik yang kuat dan dukungan lintas lembaga, pemerintah menargetkan seluruh penyaluran bantuan rampung sesuai jadwal. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dari komitmen nasional menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah situasi bencana.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini