Lima Puluh Kota Juara Umum MTQ Sumbar, Padang dan Bukittinggi Bersaing Ketat

Crew8 News

Bukit Tinggi — Kabupaten Lima Puluh Kota keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan rekapitulasi perolehan medali dan nilai akhir seluruh cabang lomba. Daerah ini mengumpulkan total nilai 249, tertinggi dibanding seluruh kabupaten dan kota peserta MTQ Sumbar.

Berdasarkan data rekap resmi, Lima Puluh Kota mencatatkan 12 juara I, 14 juara II, dan 2 juara III, serta sejumlah posisi harapan yang signifikan. Capaian tersebut mengukuhkan posisi Lima Puluh Kota di puncak klasemen akhir MTQ tingkat provinsi.
Posisi runner-up ditempati Kota Padang dengan total nilai 225. Ibu kota provinsi itu membukukan 10 juara I, 6 juara II, dan 10 juara III, serta kontribusi kuat dari kategori harapan I, II, dan III yang relatif merata. Persaingan Padang dengan daerah lain berlangsung ketat hingga akhir penilaian.

Sementara itu, Kota Bukittinggi menempati peringkat ketiga dengan total nilai 203. Bukittinggi mencatatkan 9 juara I, 7 juara II, dan 9 juara III, menunjukkan konsistensi prestasi di berbagai cabang lomba MTQ.
Di peringkat keempat, Kabupaten Tanah Datar mengoleksi total nilai 167, disusul Kabupaten Agam di posisi kelima dengan nilai 150. Kedua daerah tersebut tampil kompetitif, terutama pada cabang-cabang utama seperti tilawah, tahfidz, dan cabang seni baca Al-Qur’an lainnya.

Peringkat berikutnya ditempati Kota Pariaman dengan nilai 148, kemudian Kota Padang Panjang di posisi ketujuh dengan 96 poin. Kota Solok berada di peringkat kedelapan dengan nilai 88, disusul Kabupaten Solok di posisi kesembilan dengan 71 poin.
Selanjutnya, Kabupaten Padang Pariaman berada di peringkat kesepuluh dengan 69 poin, diikuti Kota Payakumbuh (61), Pasaman Barat (55), dan Kabupaten Pasaman (54). Kabupaten Pesisir Selatan menempati peringkat ke-14 dengan 46 poin, disusul Solok Selatan (38).
Tiga peringkat terbawah ditempati Dharmasraya dengan 14 poin, Kepulauan Mentawai (9), Kota Sawahlunto (4), dan Kabupaten Sijunjung sebagai juru kunci dengan 2 poin.

Rekapitulasi ini dihitung berdasarkan akumulasi juara I, II, III, serta kategori Harapan I (H1), Harapan II (H2), dan Harapan III (H3) yang kemudian dikonversi menjadi nilai akhir. Skema penilaian tersebut mencerminkan pemerataan prestasi sekaligus kualitas pembinaan kafilah di masing-masing daerah.
Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun ini dinilai berlangsung kompetitif dan mencerminkan dinamika pembinaan Al-Qur’an di daerah. Perolehan nilai yang relatif berdekatan di papan atas menunjukkan persaingan ketat antarkafilah, khususnya antara kabupaten dan kota besar.

Hasil MTQ ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah menuju MTQ tingkat nasional.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini