Tapanuli Selatan, Crew8 News — Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pascabencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di tengah kepungan lumpur, puing, dan material longsor yang melumpuhkan aktivitas warga, ratusan prajurit Marinir hadir di garis terdepan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Pada Jumat, 26 Desember 2025, sebanyak 310 personel Satgas Rehabilitasi Pascabencana Alam diterjunkan untuk membersihkan infrastruktur vital dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir dan longsor. Operasi kemanusiaan ini difokuskan pada pemulihan akses jalan, pasar, pemukiman warga, hingga jembatan yang sebelumnya terputus dan menghambat mobilitas masyarakat.
Sejak pagi hari, prajurit Marinir bergerak serentak membersihkan lumpur tebal dan material kayu besar di sejumlah titik krusial, antara lain Pasar Hutagodang, SMKN 1 Batang Toru, serta Desa Sibara-bara. Selain pembersihan lingkungan, Satgas juga melakukan perbaikan jembatan darurat serta pembukaan kembali jalur transportasi utama yang sempat terisolasi.
Untuk mempercepat proses rehabilitasi, Marinir mengerahkan alat berat dan peralatan Zeni Marinir, yang dikombinasikan dengan kerja manual prajurit di lapangan. Dengan peralatan sederhana, prajurit menyusuri lorong-lorong pemukiman, membersihkan rumah warga, saluran air, dan fasilitas sosial yang tertutup lumpur. Sinergi antara kekuatan personel dan dukungan teknis tersebut menjadi kunci percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Kehadiran Marinir di tengah masyarakat tak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga harapan dan semangat kebangkitan. Warga yang terdampak menyampaikan rasa haru dan syukur atas respon cepat TNI Angkatan Laut. “Kami tidak menyangka bantuan datang secepat ini. Jalan dan lingkungan mulai bersih kembali. Terima kasih Marinir, kalian benar-benar hadir untuk kami,” ujar salah seorang warga Desa Sibara-bara.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. menegaskan bahwa keterlibatan Marinir dalam penanganan bencana merupakan bagian dari jati diri prajurit. Menurutnya, tugas kemanusiaan bukan sekadar perintah, melainkan kehormatan yang melekat pada Korps Marinir.
“Bagi Marinir, membantu rakyat bukan pilihan, melainkan kehormatan dan jati diri. Kami akan selalu hadir bersama rakyat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan,” tegas Pangkormar.
Ia juga memastikan bahwa Marinir akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan unsur masyarakat hingga kondisi wilayah benar-benar pulih dan aktivitas warga kembali normal.
Operasi kemanusiaan di Tapanuli Selatan ini menjadi bukti nyata peran strategis TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, dalam mendukung penanggulangan bencana nasional. Di tengah tantangan alam dan keterbatasan, Marinir kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan yang selalu hadir untuk rakyat.
(C8N)
#senyuman08






