Marzul Veri: Sumbar Berpeluang Jadi Sentra Tembakau Nasional, Impor Masih Terlalu Dominan

Crew8 News

Sumatera Barat — Penasehat DPD P2RPTI (Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia) Sumatera Barat, Marzul Veri, ST., M.Si, melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan petani tembakau di sejumlah sentra produksi di Sumatera Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi petani sekaligus memetakan potensi strategis pengembangan tembakau sebagai komoditas unggulan daerah.

Di tengah hamparan lahan tembakau, Marzul menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki modal dasar yang kuat untuk masuk lebih jauh dalam peta produksi tembakau nasional. Faktor agroklimat yang sesuai, karakter tanah yang mendukung, serta kultur bertani masyarakat dinilai menjadi keunggulan komparatif yang belum dimaksimalkan secara optimal.

Sumatera Barat punya alam yang mendukung dan petani yang sudah terbukti tangguh. Ini potensi besar yang harus dikelola dengan serius dan terarah,” ujar Marzul saat berdialog dengan petani.

Ia menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan tembakau nasional dengan kapasitas produksi dalam negeri. Hingga kini, sebagian besar kebutuhan tersebut masih ditutupi melalui impor, meski banyak daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi.

Kalau kita bandingkan kebutuhan nasional dengan produksi nasional, marginnya sangat besar. Celah ini masih ditutup dengan impor. Padahal, ini peluang ekonomi yang seharusnya bisa diambil oleh petani dalam negeri,” tegasnya.

Sebagai Penasehat DPD P2RPTI Sumbar, Marzul menekankan pentingnya sinergi antara petani, pabrik rokok, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Menurutnya, ekosistem tembakau harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, agar petani memperoleh kepastian usaha dan nilai tambah yang berkelanjutan.
Marzul juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini memberikan perhatian terhadap tembakau sebagai komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi strategis dan menyerap banyak tenaga kerja. Perhatian tersebut dinilai sejalan dengan upaya penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.

Kementan sudah menempatkan tembakau sebagai salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Ini momentum penting, terutama bagi daerah-daerah potensial seperti Sumbar, untuk masuk lebih serius dalam pengembangan tembakau nasional,” katanya.

Para petani tembakau yang hadir menyambut positif dialog tersebut. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pendampingan teknis budidaya, akses permodalan, hingga kepastian pasar dan stabilitas harga. Petani berharap tembakau dipandang sebagai komoditas pertanian strategis yang mampu menggerakkan ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Menutup pertemuan, Marzul menegaskan komitmen P2RPTI untuk terus mengawal kepentingan petani tembakau dan pabrik rokok rakyat, khususnya di Sumatera Barat. Ia menilai, dengan kebijakan yang berpihak dan sinergi yang kuat, Sumatera Barat berpeluang menjadi salah satu sentra produksi tembakau yang diperhitungkan secara nasional.

Ini bukan hanya soal tembakau, tapi soal kedaulatan ekonomi petani dan keberanian negara memaksimalkan potensi dalam negeri,” pungkasnya.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini