Crew8 News
BIREUEN, ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau secara langsung kondisi sejumlah infrastruktur jembatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (21/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini jembatan terdampak bencana sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Mendagri Tito Karnavian didampingi langsung oleh Bupati Bireuen. Keduanya meninjau beberapa titik jembatan yang terdampak, khususnya yang mengalami penumpukan lumpur dan kerusakan akibat bencana, guna memastikan penanganan berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Mendagri menyampaikan bahwa secara umum kondisi Kabupaten Bireuen terpantau cukup baik, terutama di kawasan perkotaan. Aktivitas masyarakat mulai kembali normal dan sebagian besar infrastruktur utama telah berfungsi. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Secara umum kondisi Bireuen cukup baik, khususnya di kawasan perkotaan. Namun masih terdapat beberapa wilayah, termasuk jembatan, yang tertutup lumpur dan membutuhkan penanganan lanjutan,” ujar Tito Karnavian di sela peninjauan.
Terkait penanganan dan perbaikan jembatan, Mendagri menjelaskan bahwa saat ini proses pengerjaan telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah pusat, kata dia, terus memantau progres pekerjaan tersebut agar dapat segera diselesaikan dan kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, Tito Karnavian juga menyampaikan rencananya untuk bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum guna membahas lebih lanjut penanganan jembatan-jembatan terdampak di Kabupaten Bireuen.
Pertemuan tersebut direncanakan untuk mempercepat proses rehabilitasi serta memastikan dukungan teknis dan anggaran berjalan optimal.
“Saya juga akan berkoordinasi langsung dengan Menteri PU untuk mendiskusikan lebih lanjut kondisi jembatan-jembatan di Bireuen, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dipercepat,” katanya.
Mendagri menambahkan bahwa langkah-langkah pembersihan lumpur di sejumlah titik saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama pihak terkait. Ia meminta Bupati Bireuen untuk menyampaikan secara rinci kebutuhan daerah, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun dukungan teknis lainnya, guna mempercepat proses pembersihan dan pemulihan infrastruktur.
Lebih lanjut, Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
Untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Presiden Republik Indonesia telah menyetujui penguatan anggaran guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi tersebut.
“Bapak Presiden telah menyetujui penguatan anggaran untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kami juga telah menggelar rapat bersama seluruh pihak terkait guna mempercepat realisasi pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD), sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan anggaran, koordinasi lintas kementerian, serta sinergi dengan pemerintah daerah, Mendagri berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bireuen dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada pemulihan kehidupan masyarakat.
(C8N)
#senyuman08






