Oegroseno: Saya Mengabdi untuk Bangsa, Bukan Semata kepada Polri

Crew8 News
Jakarta,-, Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Oegroseno, menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap jujur dan independen di tengah polemik yang menyeret sejumlah tokoh nasional. Ia menyatakan pengabdiannya ditujukan untuk bangsa dan negara, bukan semata-mata loyalitas kepada institusi.

Pernyataan itu disampaikannya dalam dialog publik yang ditayangkan SindoNews. Dalam perbincangan tersebut, Oegroseno mengaku tidak pernah terbiasa berkompromi dengan kebohongan demi jabatan.

“Saya tidak bisa berbohong. Kalau saya bisa berbohong, mungkin tahun 2010 saya sudah jadi Kapolri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sikap tegas dan perbedaan pandangan dengan pimpinan kerap membuat kariernya tidak selalu mulus. Saat menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, ia mengaku pernah dicopot setelah berbeda pendapat dengan Kapolri. Pengalaman serupa juga terjadi ketika memimpin Polda Sumatera Utara.

“Waktu Kapolda Sulteng saya berbeda pendapat dengan Kapolri, saya dicopot. Begitu juga waktu Kapolda Sumut,” katanya.

Meski demikian, Oegroseno menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari risiko mempertahankan prinsip. Ia menegaskan tidak menyesali pilihannya untuk tetap jujur dan menyuarakan apa yang diyakininya benar.

Ia bahkan mengaku tidak pernah menyangka bisa menutup karier sebagai Wakapolri. Menurutnya, perjalanan tersebut di luar perhitungannya secara pribadi.

“Sampai hari ini saya tidak tahu cara Tuhan mengatur. Kok bisa pensiun saya Wakapolri. Saya cari-cari apa prestasi saya, tidak ketemu. Tapi itulah cara Tuhan,” tuturnya.

Lebih jauh, Oegroseno menyebut keterlibatannya dalam diskursus publik saat ini sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa. Ia berharap kepolisian ke depan semakin profesional, humanis, dan berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 harus diiringi dengan reformasi penegakan hukum, termasuk pembenahan di tubuh Polri agar benar-benar menjadi pelindung dan pengayom rakyat.

“Saya bicara sekarang ini juga wujud kecintaan saya terhadap bangsa. Semoga 2045 kita punya Polri emas yang benar-benar mengayomi dan melindungi rakyat,” ujarnya.

Pernyataan Oegroseno pun menuai perhatian publik. Sejumlah kalangan menilai sikap kritisnya mencerminkan independensi seorang purnawirawan perwira tinggi yang tetap menjaga jarak dari kepentingan politik praktis, sekaligus mengingatkan pentingnya integritas dalam institusi penegak hukum.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini