Crew8 News
Mataram,- Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan menjadi pusat produksi bawang putih dan jagung nasional dalam rangka memperkuat ketahanan serta swasembada pangan Indonesia periode 2026–2030. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, potensi lahan luas, keunggulan agroklimat, serta kesiapan hilirisasi menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pilar utama pengembangan pangan berkelanjutan sekaligus basis industri pakan ternak nasional.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat kunjungan kerja di NTB, di mana pemerintah pusat mendorong percepatan kerja konkret di lapangan melalui optimalisasi lahan tidur, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“NTB punya modal lengkap. Lahan ada, iklim cocok, petaninya kuat. Tinggal kita genjot produktivitas dan hilirisasinya. Kita ingin bawang putih dan jagung dari NTB menjadi tulang punggung pangan nasional,” ujar Amran.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan rantai pasok terkelola dari hulu hingga hilir. Jagung, misalnya, akan diarahkan untuk mendukung industri pakan ternak sehingga mampu menekan ketergantungan impor bahan baku pakan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian menyiapkan berbagai intervensi, mulai dari bantuan benih gratis, pupuk bersubsidi, alsintan (alat dan mesin pertanian), hingga pendampingan teknologi budidaya modern. Selain itu, rencana pembangunan pabrik pakan ternak di NTB tengah dipersiapkan guna menyerap hasil panen petani secara berkelanjutan.
Amran menegaskan, kehadiran industri pengolahan akan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. “Kalau ada pabrik pakan, jagung langsung terserap. Harga tidak jatuh. Petani untung, industri jalan, ekonomi daerah tumbuh,” katanya.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui program petani milenial dan kewirausahaan agribisnis. Langkah ini dinilai penting untuk regenerasi petani sekaligus mempercepat adopsi teknologi, termasuk mekanisasi dan digitalisasi pertanian.
Di sisi lain, pendampingan PPL diperkuat agar petani mendapatkan bimbingan teknis mulai dari penanaman, pemupukan, hingga pascapanen. Dengan pendekatan tersebut, produktivitas bawang putih dan jagung di NTB ditargetkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan NTB memiliki hamparan lahan kering yang luas dan cocok untuk pengembangan jagung serta bawang putih. Komoditas jagung selama ini telah menjadi andalan provinsi tersebut, sementara bawang putih didorong sebagai substitusi impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Kalau NTB bergerak maksimal, kita tidak perlu impor. Kita bisa berdiri di kaki sendiri,” tegas Amran.
Pemprov NTB menyambut positif dukungan pemerintah pusat dan menyatakan kesiapan mempercepat program tersebut melalui kolaborasi dengan kabupaten/kota, kelompok tani, dan sektor swasta.
Dengan strategi peningkatan produksi, penguatan hilirisasi, serta jaminan pasar, NTB diharapkan tidak hanya menjadi lumbung pangan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian modern. Pemerintah optimistis langkah ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
(C8N)
#senyuman08






