Pemkab Solok Pastikan MBG Tepat Gizi, Tepat Sasaran, dan Gerakkan Ekonomi

Crew8 News
Kabupaten Solok,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Strategis Nasional (Pro SN) yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memfasilitasi, mengakselerasi, serta mengkolaborasikannya dengan kelembagaan ekonomi lokal hingga ke tingkat nagari.

Pemerintah Kabupaten Solok melihat MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Selain memberikan dampak langsung kepada penerima manfaat seperti siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, MBG juga membuka ruang bagi optimalisasi sektor pertanian dan peternakan lokal.

Melalui skema dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pemkab Solok mendorong pemanfaatan produk-produk lokal sebagai bahan utama penyediaan makanan bergizi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang kuat di daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak setempat.

Di bawah arahan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Medison menegaskan komitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam menyukseskan program MBG. Koordinasi dan konsolidasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus diperkuat, termasuk dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi (SPPG), mitra dapur, serta yayasan yang bekerja sama dalam implementasi program.

Pemerintah daerah memastikan tidak hanya terlibat secara administratif, tetapi juga hadir secara substantif dalam pengawasan dan pengendalian kualitas. Mulai dari kelayakan bahan pangan, standar gizi menu, hingga distribusi kepada penerima manfaat menjadi perhatian utama.

Keseriusan ini menunjukkan bahwa MBG tidak dipandang sebagai program pusat semata, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjamin hak dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi.

Pemkab Solok menegaskan bahwa keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha lokal, hingga kelembagaan masyarakat di nagari, menjadi kunci utama.

Dengan pendekatan ini, MBG diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini