Pemko Solok Perkuat Penanganan Banjir, Bantuan Mengalir dari Berbagai Pihak

Crew8 News

Solok, 5 Desember 2025 — Penanganan banjir di Kota Solok terus diperkuat melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga sosial, perbankan, dan anggota legislatif. Ribuan warga terdampak menerima berbagai bentuk bantuan menyusul hujan deras yang menyebabkan luapan Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan pada 26 November 2025.

Pemerintah Kota Solok sebelumnya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3-2212-2025 yang berlaku 26–27 November 2025. Status tersebut menjadi dasar percepatan evakuasi, penyediaan logistik, serta penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.

Data resmi mencatat 3.362 jiwa atau 598 kepala keluarga terdampak dan 224 rumah terendam banjir. Tim BPBD telah mengevakuasi 11 warga dari zona rawan. Kebutuhan mendesak meliputi sembako, makanan siap saji, velbed, selimut, jaket, hygiene kits, tenda darurat, mesin penyedot air, dan perahu evakuasi.

Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menegaskan pentingnya kerja bersama dalam penanganan bencana. “Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang sedang terdampak,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi evaluasi penanganan di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kota Solok.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian menghadapi bencana ini. InsyaAllah, pemerintah bersama seluruh pihak akan terus bekerja hingga kondisi kembali pulih,” katanya.
Dalam arahannya, Ramadhani menekankan bahwa percepatan pemulihan memerlukan kerja lintas sektor. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam percepatan penanganan dampak bencana serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak.” Ia meminta seluruh unsur bergerak cepat. “Bekerja cepat dan tepat sangat dibutuhkan, terutama dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak,” tegasnya.

Bantuan Mengalir dari Pemerintah Pusat hingga Lembaga Sosial

BNPB menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darurat termasuk ratusan paket sembako. Pemerintah pusat juga mengirimkan 4 ton bantuan pangan dan nonpangan melalui udara untuk wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Solok.

Anggota DPR RI Andre Rosiade turut menyerahkan bantuan bagi warga terdampak. “Kami di DPD Gerindra Sumbar langsung mengoordinasikan penyaluran bantuan ini agar tepat sasaran,” ujarnya saat menyerahkan dukungan bagi Pemko Solok.
Ia bahkan memberikan bantuan langsung untuk masyarakat. “Ini bantuan sebesar Rp100 juta, silakan diatur Pak Sekda untuk masyarakat. Saya tidak bisa lama-lama,” ucapnya.
Andre juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. “Saya meminta pada Wako Solok untuk terus mengedukasi masyarakat agar waspada dan siap siaga bencana.”
Dalam kesempatan terpisah, Andre kembali mengirimkan dukungan untuk wilayah lain di Kabupaten Solok. “Kami langsung kirim Rp50 juta untuk membantu para korban bencana alam di Surian, Solok. Semoga bisa membantu memastikan tidak ada korban yang tidak mendapatkan bantuan.”

Sektor perbankan juga turut membantu. BRI Cabang Solok, melalui program BRI Peduli, menyalurkan bantuan berupa air minum, makanan siap saji, kue kering, popok bayi, selimut hingga minyak goreng, yang seluruhnya diserahkan kepada BPBD.
Dukungan dari masyarakat turut berdatangan, termasuk dari LDII Sumatera Barat yang menyalurkan sembako dan menggelar gotong royong di kawasan terdampak. Kemenag Kota Solok membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan menghimpun donasi ASN untuk membantu warga.
Sementara itu, Pemprov Sumbar mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk daerah terdampak, termasuk Rp500 juta untuk Kabupaten Solok.

Konteks Bencana Sumbar

Banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat sejak pertengahan November turut berdampak luas. Hingga 28 November 2025, tercatat 61 korban meninggal dunia, 90 orang hilang, dan 8 orang luka-luka di berbagai kabupaten/kota.

Pemko Solok mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Upaya mitigasi terus diperkuat melalui pemantauan debit sungai, pembersihan drainase, hingga penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Hingga kini, fokus pemerintah berada pada pemulihan darurat, normalisasi wilayah terdampak, serta memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini