Crew8 News
JAKARTA,- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyampaikan bahwa kebutuhan dana untuk operasional pemulihan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mencapai sekitar Rp60 miliar. Menurut dia, estimasi itu mencakup penyediaan bantuan dasar, dukungan logistik, serta kebutuhan operasi kemanusiaan jangka panjang di tiga provinsi tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla setelah meninjau kesiapan gudang logistik PMI untuk perbantuan ke wilayah Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (1/12/2025). Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa masing-masing daerah terdampak membutuhkan alokasi dana sekitar Rp20 miliar sebagai kebutuhan minimum awal.
JK menilai skala bencana yang terjadi di tiga provinsi itu menuntut respons cepat dengan dukungan logistik yang memadai. Ia juga menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan yang dilakukan PMI tidak hanya berlangsung pada tahap tanggap darurat, tetapi juga mencakup tahap pemulihan, yang umumnya memerlukan waktu panjang dan anggaran jauh lebih besar. Menurut dia, kebutuhan tersebut meliputi penyediaan hunian sementara, pelayanan kesehatan, air bersih, serta pemulihan sarana umum yang terdampak bencana.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI membuka kesempatan bagi masyarakat, lembaga, dan pihak swasta untuk memberikan dukungan. Donasi dapat disalurkan melalui dua mekanisme, yaitu melalui transfer ke Bank Mandiri nomor rekening 070-00-0011601-7, atau melalui platform donasi resmi PMI di situs pmi.or.id/Donasi. Selain uang, PMI juga menerima bantuan dalam bentuk barang, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, perlengkapan kebersihan, dan logistik lainnya. Bantuan dapat dikirimkan langsung ke gudang PMI atau Markas PMI.
Jusuf Kalla menegaskan bahwa PMI tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga memastikan seluruh bantuan yang masuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di lokasi bencana. Ia menyatakan bahwa pemulihan pascabencana ini membutuhkan dukungan segera, mengingat ribuan warga masih mengalami keterbatasan akses, baik terhadap layanan kesehatan, sanitasi, maupun perbaikan tempat tinggal.
Selain itu, JK menyebut bahwa operasi kemanusiaan di wilayah terdampak diproyeksikan berlangsung hingga satu tahun. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat yang memiliki kemampuan dapat ikut membantu melalui berbagai bentuk dukungan. Menurut dia, partisipasi publik menjadi kunci dalam percepatan pemulihan dan penyediaan layanan dasar bagi para penyintas bencana di ketiga provinsi tersebut.
Sementara itu, PMI telah mengerahkan sejumlah personel, armada, dan logistik untuk memperkuat operasi tanggap darurat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bantuan yang didistribusikan mencakup peralatan kebersihan, tenda keluarga, perlengkapan dapur umum, obat-obatan, serta kendaraan operasional untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. PMI juga menyiapkan layanan dukungan psikososial bagi para penyintas yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.
Hingga saat ini, upaya pemulihan terus dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah, BNPB, dan berbagai organisasi kemanusiaan. PMI memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan prioritas di lapangan. JK kembali mengimbau masyarakat agar penyaluran donasi dilakukan melalui saluran resmi PMI untuk menjamin akuntabilitas dan keamanan penyaluran bantuan.
Dengan perkiraan kebutuhan dana mencapai Rp60 miliar, PMI menargetkan dukungan publik dapat membantu mempercepat masa pemulihan pascabencana. Jusuf Kalla menyatakan bahwa semakin cepat bantuan terkumpul, semakin cepat pula layanan dasar dapat dipulihkan untuk warga yang terdampak di tiga provinsi tersebut.
(C8N)
#senyuman08






