Crew8 News
SOLOK — Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Solok, Boni Kurniadi, mengambil peran penting dalam percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Jorong Cacang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.
Boni Kurniadi tidak hanya terlibat dalam koordinasi lapangan, tetapi juga bertindak langsung sebagai arsitek perencana bangunan huntara. Peran tersebut dijalankan sejak tahap observasi lokasi bencana hingga proses eksekusi pembangunan di lapangan.
Observasi awal dilakukan oleh PC GP Ansor Kabupaten Solok bersama Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Lampung. Dari hasil peninjauan tersebut, tidak ditemukan kendala teknis yang berarti sehingga pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Sebagai putra daerah Paninggahan, Boni dinilai memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat. Hal ini mendorong keterlibatannya secara penuh dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Program pembangunan huntara yang digagas PC GP Ansor Kabupaten Solok mendapat apresiasi dari Camat Junjung Sirih, Neni Amelia, S.IP, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. Kehadiran huntara dinilai sebagai solusi cepat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Dalam pelaksanaannya, Boni Kurniadi menjadi garda terdepan di lapangan. Bersama kader PC GP Ansor Kabupaten Solok dan Satkorwil Lampung yang dipimpin Komandan Agus SB, proses pembangunan huntara dikebut dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari.
Para relawan bekerja siang dan malam untuk memastikan hunian sementara dapat segera digunakan oleh warga terdampak. Kerja kolaboratif antara organisasi kepemudaan, relawan lintas daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci percepatan pembangunan tersebut.
Usai penyerahan huntara kepada warga, Boni Kurniadi menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna. Ia menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari materi.
“Kami tidak ada sembako dan kami tidak ada harta yang diberikan kepada saudara kami. Kami hanya punya tenaga dan pikiran untuk membuat kenangan bersama saudara-saudara kami,” ujar Boni.
Ia menambahkan, meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, pembangunan huntara tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat Kecamatan Junjung Sirih yang terdampak bencana.
Pembangunan huntara ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sekaligus simbol solidaritas sosial dalam masa pemulihan pascabencana di Nagari Paninggahan.
(C8N)
#senyuman08






