Rapat Evaluasi Penanganan Bencana, Bupati Eka Putra: Dapur Umum Kekurangan Minyak Goreng

Crew8 News

Batu Taba, Tanah Datar ,- Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM memimpin rapat evaluasi penanganan bencana yang digelar di Posko Utama Bantuan di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/12/2025) malam. Rapat tersebut digelar untuk memastikan seluruh perangkat pemerintah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam mengantisipasi dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kesesuaian dan sinkronisasi data korban maupun kerusakan dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten, serta memastikan distribusi logistik berjalan tepat sasaran.

“Kita harus memastikan semua berjalan dengan baik dan benar. Kecocokan data sangat penting. Pendistribusian logistik dari dapur umum harus sampai kepada pengungsi. Jangan sampai ada satu pun pengungsi yang tidak mendapatkan bantuan,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan, berdasarkan pemantauan di lapangan, alat berat terus dikerahkan di beberapa lokasi terdampak. Pembersihan material longsor dan normalisasi aliran sungai menjadi fokus utama guna membuka kembali akses masyarakat.

“Alat berat terus bekerja, termasuk normalisasi aliran sungai di pinggir jalan Sumpur yang putus. Upaya ini dilakukan untuk membuat jalan sementara sehingga akses ke wilayah tersebut dapat kembali terbuka,” jelasnya.

Salah satu prioritas pemerintah daerah adalah menghubungkan kembali jalur Sumpu – Guguak Malalo yang terputus, agar warga tidak lagi terisolasi dan bantuan dapat disalurkan dengan optimal.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa 20 titik pengungsian dan 20 dapur umum yang beroperasi saat ini mengalami kekurangan minyak goreng. Ia berharap kebutuhan tersebut dapat segera dipenuhi dalam waktu dekat.

“Saat ini dapur umum kekurangan minyak goreng. InsyaAllah secepatnya akan kita penuhi agar pelayanan konsumsi untuk pengungsi tidak terganggu,” tegasnya.

Meski sejumlah akses mulai terbuka secara bertahap, hingga kini masih terdapat dua jorong yang terisolasi, yakni Jorong Baiang di Nagari Guguak Malalo dan Jorong Subarang Luak di Nagari Batipuh Baruah. Pemerintah daerah sedang mengupayakan percepatan pembukaan akses dan distribusi logistik ke dua wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, yang turut hadir dalam rapat evaluasi, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat aktif dalam penanganan bencana. Ia menekankan bahwa distribusi logistik ke daerah terisolasi harus menjadi perhatian khusus.

“Seluruh OPD kita harapkan membantu proses penanganan di lokasi terdampak, terutama untuk distribusi logistik dan hal-hal yang dinilai mendesak,” kata Sekda.

Rapat evaluasi juga dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0307 Tanah Datar, Kapolres Padang Panjang, Asisten Setda, kepala OPD terkait, serta sejumlah pejabat daerah. Seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk mempercepat pemulihan dan penanganan masyarakat terdampak bencana.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini