Surya Paloh Tegaskan Garis Perjuangan, NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach

Crew8 News Jakarta – Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di penghujung Agustus 2025, dua nama yang cukup dikenal publik, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, diumumkan nonaktif dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem, surat siaran pers resmi yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim menegaskan langkah ini berlaku efektif per 1 September 2025.

Dalam siaran persnya, Surya Paloh kembali mengingatkan bahwa inti dari perjuangan Partai NasDem adalah aspirasi masyarakat, baginya, politik bukan sekadar soal kursi dan kekuasaan, melainkan kristalisasi semangat kerakyatan yang harus berpijak pada tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Pernyataan ini bukan hanya retorika, Surya Paloh menegaskan bahwa setiap langkah kader partai, terutama mereka yang duduk di parlemen, wajib mencerminkan amanah rakyat. “Aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama,” begitu bunyi salah satu poin siaran pers tersebut.

NasDem juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam dinamika sosial-politik belakangan ini, wafatnya warga dianggap sebagai pengingat bahwa perjuangan aspirasi rakyat bukanlah tanpa risiko, dalam konteks ini, partai merasa perlu menegaskan komitmen agar tidak ada lagi kata-kata atau tindakan yang menyinggung hati rakyat.

Namun realitas politik tak selalu berjalan mulus, di tengah upaya memperjuangkan aspirasi, DPP NasDem justru menemukan adanya pernyataan dari anggota fraksi yang dinilai “menyinggung dan mencederai perasaan masyarakat.” Dua nama itu adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.

Ahmad Sahroni dikenal luas sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok”, lahir dari keluarga sederhana di Jakarta Utara, ia meniti karier hingga sukses di dunia bisnis otomotif dan keuangan, namanya kemudian melesat saat bergabung dengan Partai NasDem dan terpilih sebagai anggota DPR RI.

Di Senayan, Sahroni sempat menjabat posisi strategis, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan, gayanya yang flamboyan, dekat dengan kalangan selebriti, serta aktif di dunia otomotif membuatnya sering menjadi sorotan publik, namun, gaya komunikasinya yang blak-blakan kadang menuai kontroversi, terutama ketika pernyataannya dianggap tidak sensitif terhadap isu-isu rakyat kecil.

Penonaktifan dirinya tentu menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi Sahroni pribadi, tetapi juga bagi jaringan pendukungnya yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

Nama Nafa Urbach lebih dulu dikenal publik sebagai artis dan penyanyi populer di era 1990-an hingga 2000-an, kariernya di dunia hiburan yang panjang kemudian menjadi modal untuk terjun ke dunia politik bersama NasDem, ia berhasil meraih kursi DPR RI lewat jalur artis yang kerap menjadi magnet suara bagi partai.

Namun, perjalanan politik Nafa tak selalu mulus, keberadaannya di Senayan kerap dipertanyakan efektivitasnya, mengingat ia masih sering dianggap lebih sebagai figur selebritas ketimbang politisi kawakan, beberapa kali pernyataannya di media sosial juga mengundang kritik keras dari publik.

Dengan penonaktifan ini, jalan politik Nafa Urbach menjadi tanda tanya besar, apakah ia akan bertahan di dunia politik, atau kembali ke panggung hiburan yang membesarkan namanya?

Langkah keras DPP NasDem memperlihatkan bahwa Surya Paloh tak ragu mengorbankan kader populer sekalipun, bagi NasDem, menjaga garis perjuangan dan aspirasi rakyat lebih penting daripada mempertahankan nama-nama tenar.

Bagi pengamat politik, keputusan ini bisa menjadi titik balik citra NasDem, di satu sisi, partai terlihat tegas dan konsisten. di sisi lain, NasDem juga harus mengantisipasi potensi kehilangan suara dari basis Sahroni maupun pendukung Nafa Urbach.

Langkah keras ini memperlihatkan betapa rapuh sekaligus pentingnya konsistensi partai politik di Indonesia, nasDem menegaskan bahwa loyalitas sejati bukan kepada tokoh, melainkan kepada rakyat.

Di tengah dinamika politik nasional yang semakin riuh, keputusan ini mungkin akan menjadi babak baru dalam perjalanan partai besutan Surya Paloh tersebut, ke depan, publik akan menunggu, apakah NasDem benar-benar mampu menjaga garis aspirasi rakyat yang mereka agungkan, ataukah langkah ini hanya bagian dari drama politik yang tak jarang penuh kejutan.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini