THKW Mulai Berbenah, Disiapkan Jadi Pasar Pabukoan, Taman Digital, dan Lokasi Relokasi UMKM dari Tugu Ayam

AROSUKA — crew8 News

Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Kabupaten Solok yang berada di Jalan Lintas Solok–Padang mulai menunjukkan perubahan signifikan. Kawasan yang hanya berjarak beberapa meter dari Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati itu kini perlahan dibenahi, setelah sebelumnya dikenal kumuh dan kerap disalahgunakan untuk aktivitas negatif.

Sejumlah pembenahan fisik mulai terlihat. Penerangan kawasan mulai dipasang, rumput liar yang sebelumnya tidak terkendali kini dibersihkan secara rutin, serta penataan lingkungan dilakukan untuk mengembalikan fungsi THKW sebagai ruang publik yang aman, tertib, dan representatif.

Pembenahan tersebut dilakukan oleh Syafri Tanjung, yang akrab disapa Makcay. Ia dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus Pimpinan Umum Media Nasional MONITOR Group (MonitorS) dan Sekber Jfp – Candra, yang selama ini aktif mendorong penataan aset-aset publik yang terbengkalai, termasuk di luar Kabupaten Solok.
Saat ditemui di lokasi, Makcay enggan merinci besaran anggaran yang digunakan dalam tahap awal pembenahan THKW. dan difokuskan pada penataan dasar kawasan.
“Yang jelas kita benahi dulu. Ini bagian dari dukungan terhadap program Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra.

Aset daerah bernilai miliaran rupiah yang dibangun dengan dana pemerintah harus dijaga dan dikelola dengan baik,” ujar Makcay.
Ia menegaskan, pembenahan THKW merupakan bentuk tanggung jawab moral agar aset publik kembali bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegasnya.

Selain difungsikan sebagai ruang terbuka hijau, THKW juga mulai diproyeksikan menjadi kawasan pariwisata terpadu, termasuk pariwisata kuliner dan ruang publik berbasis digital. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan THKW sebagai lokasi pasar pabukoan dalam menyambut bulan suci Ramadan, tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Kabupaten Solok.

Menurut Makcay, konsep pasar pabukoan tersebut telah dirancang dan saat ini masih dalam tahap pembicaraan serta koordinasi dengan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.
“Rencana pasar pabukoan sudah disusun. Sekarang masih dalam proses komunikasi dengan bupati dan sekda. Kita menunggu arahan kebijakan selanjutnya,” katanya.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Solok terhadap pembenahan THKW juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison. Ia menegaskan bahwa Bupati Solok memberikan perhatian serius terhadap penataan THKW sebagai aset strategis daerah.
“Bupati Solok pada prinsipnya mendukung pembenahan THKW. Kawasan ini harus dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Medison.

Medison mengungkapkan, pada tahap awal pembenahan, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memasukkan fasilitas jaringan internet gratis di kawasan THKW sebagai bagian dari persiapan pengembangan taman digital.
“Untuk tahap awal, Pemkab melalui Dinas Kominfo sudah memasukkan jaringan internet gratis di kawasan THKW. Ini untuk mendukung rencana pengembangan taman digital ke depan,” jelas Medison.

Menurutnya, keberadaan fasilitas digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi THKW tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi, edukasi, dan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Selain itu, Pemkab Solok juga melihat potensi THKW sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan pemberdayaan UMKM, termasuk apabila dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi rakyat seperti pasar pabukoan.
“Pemanfaatan THKW untuk aktivitas ekonomi masyarakat, sepanjang ditata dengan baik dan tidak menyalahi aturan, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan penataan wajah ibu kota kabupaten,” kata Medison.

Ia menambahkan, pemerintah daerah masih melakukan pengkajian agar penataan kawasan, termasuk relokasi aktivitas pedagang dari sekitar Ikon Tugu Ayam, dapat berjalan tertib dan berkelanjutan.
“Kita ingin penataan ini memiliki konsep jangka panjang dan dilakukan secara bertahap serta terkoordinasi,” pungkasnya.

Pembenahan THKW diharapkan menjadi solusi atas kondisi kawasan Ikon Tugu Ayam yang selama ini dinilai semakin semrawut akibat aktivitas pedagang kaki lima dan parkir kendaraan besar yang tidak tertata. Dengan relokasi ke THKW, pelaku UMKM diharapkan memperoleh kepastian tempat usaha, sementara ikon Kabupaten Solok dapat kembali tertata dan terjaga keindahannya.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini