Crew8 News
JAKARTA ,- Hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen setelah 17 bulan memimpin pemerintahan. Angka tersebut dinilai sangat tinggi untuk ukuran approval rating presiden pada fase awal masa jabatan.
Survei itu dirilis di Jakarta, Minggu (8/2/2026). Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut capaian tersebut melampaui tingkat kepuasan dua presiden sebelumnya pada periode awal kepemimpinan mereka, yakni Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 dan Joko Widodo pada 2014.
“Approval rating Prabowo saat ini termasuk sangat kuat. Secara komparatif lebih tinggi dibandingkan awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya,” kata Burhanuddin.
Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan publik dipengaruhi kombinasi modal elektoral yang besar pada Pilpres 2024 serta dukungan politik yang relatif solid di parlemen. Stabilitas politik tersebut dinilai memberi ruang bagi pemerintah untuk mengeksekusi program prioritas secara lebih cepat dan terlihat dampaknya di masyarakat.
Berdasarkan temuan survei, alasan utama publik merasa puas adalah persepsi bahwa Prabowo serius dalam memberantas korupsi, dengan angka 17,5 persen responden menyebut faktor tersebut.
Disusul penilaian bahwa presiden sering memberikan bantuan langsung kepada masyarakat sebesar 15,6 persen.
Selain itu, 11 persen responden menilai program kerja pemerintah berjalan baik, 10,5 persen menyebut kinerja yang terbukti, serta 9,7 persen menilai karakter Prabowo yang tegas dan berwibawa menjadi faktor penting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berkontribusi terhadap kepuasan publik sebesar 8,4 persen.
Indikator mencatat, program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan dan bantuan sosial, menjadi penopang utama persepsi positif terhadap pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai memberi dampak langsung bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia pada 15–21 Januari 2026. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Meski demikian, Burhanuddin mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu menjaga konsistensi kinerja. Ia menilai basis responden yang menyatakan “sangat puas” masih bisa diperluas agar dukungan publik tetap stabil di tengah dinamika ekonomi dan politik ke depan.
“Angka ini sinyal kepercayaan publik yang kuat, tetapi tantangannya adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Dengan tren kepuasan yang tinggi, survei ini menjadi indikator positif bagi pemerintahan Prabowo, sekaligus catatan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap realisasi program dan pemberantasan korupsi akan semakin besar pada tahun-tahun berikutnya.
(C8N)
#senyuman08






