Crew8 News
Dharmasraya — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramdhani meninjau langsung kondisi tiga jorong di Nagari Lubuak Karak, Kecamatan Sembilan Koto, yang hingga kini masih terisolir akibat belum terbangunnya jalan nagari yang telah dibuka sejak 2007 silam. Peninjauan dilakukan bersama komunitas Indonesia Offroad Federation (IOF) menggunakan kendaraan off-road untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Annisa melihat secara langsung kondisi akses jalan yang rusak parah dan belum tersentuh pembangunan selama hampir dua dekade. Bahkan, anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah harus menyebrangi sungai tanpa jembatan penghubung, sehingga berisiko tinggi terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
“Setelah kita lihat langsung kondisinya, langkah paling cepat yang bisa kita lakukan adalah pengerasan jalan terlebih dahulu agar bisa dilewati kendaraan biasa. Ini penting untuk membuka isolasi dan mempercepat akses masyarakat, sebelum kita bangun jalan yang mantap,” ujar Annisa di sela-sela peninjauan.
Selain perbaikan jalan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga akan menganggarkan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi jangka menengah untuk menjamin keselamatan anak-anak sekolah dan aktivitas warga. Jembatan tersebut dirancang agar tetap dapat digunakan saat air sungai meluap.
“Anak-anak harus tetap bisa bersekolah dengan aman dan nyaman. Negara tidak boleh membiarkan mereka bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Annisa.
Kunjungan lapangan ini tidak hanya difokuskan pada persoalan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan. Melalui jalur off-road, Bupati Annisa menyaksikan langsung kondisi kawasan hutan di Kecamatan Sembilan Koto yang mulai mengalami degradasi akibat penebangan liar, pembakaran, dan alih fungsi lahan menjadi kebun sawit.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Dharmasraya menetapkan strategi pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan ekonomi berkelanjutan. Salah satunya dengan menjadikan Kecamatan Sembilan Koto sebagai kawasan pengembangan kopi robusta bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
“Kopi robusta bisa ditanam di bawah tegakan pohon tanpa harus menebang hutan. Ini solusi ekonomi yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Annisa.
Menurutnya, menjaga tutupan hutan Sembilan Koto merupakan kunci untuk mencegah bencana hidrometeorologi sekaligus mempertahankan potensi wisata alam daerah. Hilangnya tutupan hutan akan mengurangi daya serap air, meningkatkan risiko banjir dan longsor, serta mengancam keberlanjutan sungai-sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Kalau hutannya rusak, sungai yang jernih bisa berubah menjadi ancaman. Selain mengundang bencana, tanpa hutan, potensi wisata alam juga akan kehilangan nilainya,” ujarnya.
Keterlibatan komunitas off-road dalam kegiatan ini dinilai sebagai pendekatan strategis untuk menjangkau wilayah sulit sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap isu pembangunan dan lingkungan. Pemerintah daerah menilai kolaborasi lintas komunitas menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan wilayah tertinggal dan penguatan mitigasi bencana.
Langkah ini menegaskan pendekatan kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramdhani yang menempatkan kehadiran negara secara langsung di wilayah terpinggirkan, sekaligus mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, keselamatan sosial, dan perlindungan lingkungan dalam satu kerangka kebijakan.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Dharmasraya menargetkan keterisolasian wilayah dapat diputus secara bertahap, sembari memastikan pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan ekologi dan keselamatan generasi mendatang.
(C8N)
#senyuman08






