TNI AL Kerahkan KRI Makassar-590 Dukung Distribusi Bantuan Bencana di Aceh

Crew8 News — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya pada misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam. Untuk mendukung distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, TNI AL mengerahkan KRI Makassar-590 yang tiba dan sandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (26/12).

Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) tersebut membawa berbagai bantuan logistik yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. Kehadiran KRI Makassar-590 di pelabuhan strategis ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi bantuan serta memperkuat mobilitas unsur laut dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe, Kolonel Marinir Bondan Wahyu Adi, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa pengerahan KRI Makassar-590 memiliki nilai strategis dalam mendukung upaya penanggulangan bencana secara terpadu.
“Kehadiran KRI Makassar-590 di Pelabuhan Krueng Geukueh bertujuan membantu penanggulangan bencana alam di Aceh dengan membawa logistik yang dibutuhkan masyarakat. TNI Angkatan Laut akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan aman,” ujar Bondan.

Menurutnya, kemampuan KRI Makassar-590 sebagai kapal angkut multifungsi memungkinkan TNI AL menjangkau wilayah pesisir maupun daerah yang mengalami keterbatasan akses darat akibat dampak bencana. Selain sebagai sarana distribusi logistik, kapal jenis LPD juga dapat difungsikan sebagai command post sementara, sarana dukungan medis, serta pusat koordinasi unsur bantuan di lapangan.

Pengerahan unsur laut ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons situasi darurat kemanusiaan, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. TNI AL menilai sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana, TNI-Polri, maupun relawan, menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Melalui misi kemanusiaan ini, TNI AL menegaskan perannya tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan laut, tetapi juga sebagai institusi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika lingkungan strategis, termasuk ancaman nonmiliter seperti bencana alam.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam setiap situasi darurat serta optimalisasi seluruh kekuatan matra laut untuk membantu masyarakat.

TNI AL memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Aceh dan siap mengerahkan kekuatan tambahan apabila dibutuhkan, demi memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara maksimal dan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dari kondisi darurat.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini