Video Diduga Mirip Bupati Beredar, Safni Sikumbang Lapor Polisi, Sumbar Kembali Dihebohkan Kasus Etika Asusila

Crew8 News
LIMAPULUH KOTA – Publik Sumatera Barat kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan seorang pria diduga mirip Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, tengah melakukan panggilan video pribadi dengan seorang perempuan.

Dalam rekaman yang tersebar di sejumlah platform pesan singkat tersebut, pria yang disebut-sebut menyerupai Safni tampak berada di dalam kamar dan melakukan tindakan tidak pantas saat berkomunikasi melalui video call. Video itu kemudian memicu berbagai spekulasi serta perbincangan luas di tengah masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Safni memilih tidak memberikan penjelasan rinci mengenai isi video maupun kronologi kejadian. Ia menyatakan telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

Kita sudah laporkan dan serahkan kepada penegak hukum, kita ikuti proses hukum. Makasih,” ujarnya singkat, Senin (23/2/2026) di kutip dari langgam.id.

Safni menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib, termasuk untuk menelusuri keaslian video serta pihak yang pertama kali menyebarkannya. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait hasil penyelidikan awal.
Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap dugaan pelanggaran etik dan moral aparatur di Sumatera Barat.

Sebelumnya, publik juga dibuat heboh dengan beredarnya video seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Solok yang diduga melakukan tindakan tak pantas di ruang kerja.

Rentetan peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai integritas dan profesionalitas pejabat publik. Sejumlah tokoh masyarakat menilai aparatur negara semestinya menjaga etika serta marwah jabatan, baik di ruang publik maupun privat, mengingat tingginya ekspektasi masyarakat terhadap figur pemimpin daerah.

Safni sendiri diketahui menjabat sebagai Bupati Lima Puluh Kota periode 2025–2030. Ia terpilih bersama Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha dan tercatat sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya sejak akhir 2025.

Sementara itu, masyarakat diimbau tidak menyebarluaskan kembali video yang belum terverifikasi guna menghindari pelanggaran hukum serta menjaga proses penyelidikan tetap objektif. Polisi diminta segera memberikan kejelasan agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini