Crew8 News
Jakarta,- Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan “bersih-bersih” di internal kementeriannya. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan praktik “deep state” serta budaya koruptif yang dinilai masih kerap dijumpai dalam tubuh birokrasi.
Dody menyoroti sejumlah kejanggalan, khususnya terkait kepemilikan aset oleh pegawai yang dinilai tidak sesuai dengan profil penghasilan. Ia bahkan secara terbuka menyinggung adanya pegawai yang memiliki rumah mewah di luar kewajaran, sehingga memunculkan kecurigaan publik terhadap integritas aparatur.
Sebagai tindak lanjut, Dody meminta komite audit internal untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap berbagai aset pegawai, termasuk mengidentifikasi potensi penyimpangan yang dapat merugikan negara.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Kebijakan tersebut juga dinilai sejalan dengan arah pemerintahan Prabowo Subianto yang tengah mendorong gerakan “bersih-bersih” di berbagai sektor strategis. Sebelumnya, upaya serupa telah menyasar sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk sektor energi seperti Pertamina, sektor pertanian, kehutanan, serta instansi di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dengan langkah ini, pemerintah diharapkan dapat menekan praktik korupsi sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi negara.
(C8N)
#senyuman08






