Data Kominfo: Kinerja Pemerintahan Solok Tunjukkan Progres di Berbagai Sektor

Solok Crew8 News,– Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Candra memaparkan capaian kinerja lintas sektor sebagai bagian dari refleksi pemerintahan. Data yang dihimpun dari Dinas Kominfo Kabupaten Solok menunjukkan adanya progres pembangunan di berbagai bidang strategis, meski sejumlah tantangan masih membayangi.

Pada sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di 74 nagari sebagai basis penguatan ekonomi lokal. Di saat yang sama, program One Village One Product (OVOP) mulai digulirkan melalui pembinaan, pendampingan, serta bantuan peralatan dan kemasan bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka lapangan usaha baru.

Di sektor pertanian dan perkebunan, intervensi dilakukan melalui bantuan benih unggul, pupuk organik, serta mekanisasi alat pertanian. Program sawah pokok murah di 12 kecamatan dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 15–20 persen. Selain itu, kebijakan distribusi hasil pertanian, termasuk penyediaan angkutan gratis, menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Sementara itu, sektor infrastruktur menunjukkan perkembangan melalui pembangunan dan rehabilitasi jalan kabupaten, penanganan titik longsor, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. Program irigasi di sejumlah nagari juga diperkuat guna menopang sektor pertanian. Di bidang kebencanaan, Indeks Ketahanan Daerah (IKD) meningkat dari 0,3 menjadi 0,39, disertai capaian penanganan bencana tanpa korban jiwa.

Pada sektor lingkungan hidup, pemerintah memperkuat regulasi pengelolaan sampah serta meningkatkan kapasitas layanan. Penanganan sampah tercatat mencapai 1.575 ton atau meningkat 43 persen dibanding tahun sebelumnya. Penguatan bank sampah dan gerakan gotong royong menjadi pendekatan sosial dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di sektor pelayanan publik, kunjungan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) meningkat signifikan dari 9.842 kunjungan pada 2024 menjadi 25.665 kunjungan pada 2025. Layanan administrasi seperti pencetakan KTP diperluas ke lebih banyak kecamatan, serta layanan KIR keliling mulai dihadirkan untuk menjangkau masyarakat. Pemerintah daerah juga meraih penghargaan dari Ombudsman untuk kategori pelayanan publik.

Pada sektor kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkat dari 80,72 persen menjadi 91,41 persen. Pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pustu, terus dilakukan guna memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, pemerintah menjalankan program bantuan perlengkapan sekolah, sekolah rakyat bagi siswa kurang mampu, serta revitalisasi sarana pendidikan. Program bus sekolah gratis juga mulai dioperasikan untuk membantu akses pendidikan di wilayah terpencil.
Sementara itu, sektor pariwisata dan budaya turut didorong melalui pengembangan destinasi unggulan seperti Gunung Talang, penyelenggaraan berbagai event daerah, serta pelestarian warisan budaya lokal.

Meski berbagai capaian mulai terlihat, refleksi ini juga mencatat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Keterbatasan fiskal daerah, efektivitas implementasi program di tingkat nagari, serta pemerataan dampak pembangunan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah ke depan.
Refleksi berbasis data Kominfo ini menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Solok telah menunjukkan progres yang positif. Namun, konsistensi pelaksanaan program, penguatan pengawasan, serta keterlibatan masyarakat akan menjadi kunci agar capaian tersebut tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini