Solok Crew8 News,- Ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) dipastikan kembali digelar pada 2027 setelah vakum sejak 2020 akibat pandemi dan bencana alam. Kebangkitan event sport tourism unggulan Sumatera Barat ini diharapkan menjadi momentum besar pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi daerah, dengan Danau Singkarak kembali diposisikan sebagai ikon utama di mata dunia.
Rencana penyelenggaraan TdS 2027 telah mendapatkan restu dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta merupakan hasil lobi anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman. Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan Menteri Pariwisata ke Padang pada akhir April 2026.
Sebanyak sembilan daerah telah menyatakan komitmen untuk mendukung penyelenggaraan TdS 2027, baik dari sisi anggaran maupun kesiapan infrastruktur. Daerah tersebut meliputi Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Sawahlunto, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Bukittinggi, Pariaman, serta Kabupaten Sijunjung.
Di antara daerah tersebut, Kabupaten Solok menempati posisi strategis karena menjadi lokasi ikon utama lintasan balap, yakni Danau Singkarak. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan komitmen penuh daerahnya dalam menyukseskan TdS 2027 melalui dukungan anggaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Pemerintah Kabupaten Solok siap mengalokasikan anggaran khusus serta memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kelancaran event internasional ini,” ujar Jon Pandu.
Dalam perencanaan pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Jon Pandu menempatkan sektor pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Ia menilai TdS 2027 menjadi momentum strategis untuk mempromosikan destinasi unggulan daerah seperti kawasan Gunung Talang dan Danau Kembar ke tingkat global.
Komitmen tersebut juga ditunjukkan melalui keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan berskala besar. Seperti festival lima danau, RUN salingka danau dan lain lain, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event dengan partisipasi luas masyarakat.
Di tingkat nasional, posisi Jon Pandu sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia dinilai strategis dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Secara konsep, TdS 2027 akan tampil dengan wajah baru yang lebih inklusif. Selain mempertahankan balapan profesional berstandar internasional, penyelenggaraan juga akan diramaikan dengan kegiatan fun bike, festival budaya, serta hiburan rakyat guna memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ajang ini juga diharapkan kembali masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI), sehingga mampu menarik partisipasi pembalap dunia sekaligus meningkatkan eksposur internasional terhadap pariwisata Sumatera Barat.
Secara ekonomi, TdS memiliki efek domino yang signifikan terhadap daerah, mulai dari peningkatan hunian hotel, pertumbuhan sektor kuliner dan transportasi, hingga pemberdayaan UMKM lokal. Event ini juga membuka lapangan kerja musiman di sektor jasa dan penyelenggaraan acara.
Dengan target pelaksanaan pada pertengahan 2027, TdS diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata Sumatera Barat secara menyeluruh. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dinilai menjadi kunci agar ajang ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
(C8N)
#senyuman08






